Selasa, 07 Juli 2026 WIB

Pemerintah Segel 19 Konsesi di Kalbar Terkait Karhutla

Harijal - Minggu, 08 September 2019 11:54 WIB
Pemerintah Segel 19 Konsesi di Kalbar Terkait Karhutla
Ilustrasi Karhutla. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyebut 99 persen Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi saat ini di sejumlah wilayah di Indonesia adalah ulah manusia.

Bahkan pihaknya juga memastikan telah menyegel 19 lahan konsesi di wilayah Kalimantan Barat karena ada indikasi pembakaran yang disengaja.

"Telah dilakukan langkah enforcement dan telah ada 19 konsesi disegel," kata Siti Nurbaya melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (8/9).

Baca Juga:

Tak hanya di Kalimantan Barat, Siti juga mengatakan saat ini terjadi kebakaran dengan sebab-sebab mencurigakan di sejumlah titik di Kalimantan Tengah. Pihaknya mengaku tengah menelusuri penyebab kebakaran yang terindikasi disengaja itu.

"Sedang ditelusuri indikasi pembakaran secara sengaja dengan mempelajari jaringan kerja 'kebakaran mencurigakan' tersebut," kata Siti.

Baca Juga:

Lebih lanjut, Siti menjelaskan saat ini kondisi gambaran titik panas atau hotspot per 8 September pun sudah cukup berkurang. Titik panas itu kata dia kira-kira sepertiga dari kondisi hotspot per tanggal 4 dan 5 September lalu.

Bahkan jelas dia lagi, dipastikan asap lintas batas yang sebelumnya diprediksi akan merambah ke negara tetangga tidak ada.

"Kira-kira sepertiga dari kondisi hotspot pada tanggal 4 dan 5 September (berkurang). Telah dipastikan bahwa hingga saat ini tidak ada asap lintas batas (Transboundary Haze) dari Indonesia ke negara tetangga," katanya.

Dia juga mengaku pihaknya bekerjasama dengan sejumlah lembaga terkait terus melakukan upaya serta langkah-langkah pemadaman di semua titik-titik kebakaran.

"Misalnya, di wilayah Jambi, Riau hingga Sumatera Selatan terus dilakukan pemadaman atas kerjasama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha," kata dia.

Pemadaman terpadu ini kata Siti merupakan bagian dari sistem pengendalian yang telah disusun setelah Karhutla 2015 lalu. Indonesia kata dia, telah melakukan banyak langkah koreksi yang diklaim terbukti mampu mengatasi karhutla pada 2016, 2017, dan 2018.

"Pemerintah akan terus bekerja keras menutupi celah-celah yang masih menjadi penyebab terjadinya kebakaran berulang di tahun ini," katanya.

"Tetap semangat untuk para tim pemadam di lapangan, jaga keselamatan. Saya terus memantau dedikasi kerja rekan-rekan yang luar biasa di garda terdepan pemadaman," lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Siti juga mengancam akan menindak tegas bagi para pelaku pembakaran hutan.

"Untuk pihak-pihak yang masih saja sengaja melakukan pembakaran, tidak akan kami biarkan. Bagi penjahat Karhutla, kami akan terus kejar dan tindak tegas," kata dia. 

(cnnindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Diskusi Para Pakar: Integrasi Sains, Politik, dan Etika dalam Pembangunan Kawasan dan Tata Kelola Batas-Batas Ekologis di Indonesia
Polres Bengkalis Petakan Zona Merah Narkoba, Kecamatan Mandau dan Pinggir Paling Rawan
Bus Hantam Ekor Truk di Tol Permai, 2 Tewas,Belasan Terluka
Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai
Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
PSPS Pekanbaru Lakukan Perombakan Besar Jelang Musim 2026-2027
komentar
beritaTerbaru