Sabtu, 31 Oktober 2026 WIB

Pemasangan Lafaz Allah di Kelenteng di Bengkalis Dengar Sebutan Paranormal

Harijal - Selasa, 03 Januari 2017 18:07 WIB
Pemasangan Lafaz Allah di Kelenteng di Bengkalis Dengar Sebutan Paranormal
riauterkini.com
Pengelola Kelenteng di Bantan Tua, Bengkalis sebut pemasangan Lafaz Allah sudah hampir satu tahun.

BENGKALIS- Surya alias Acai, warga Bengkalis, pengelola tempat ibadah di Jalan Lebai Wahid, Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Bengkalis mengakui memasang lafaz Allah karena setelah mendengar penjelasan dari salah seorang paranormal Y tentang lokasi Kucing Gila tersebut.

Hal itu diungkapkan Acai ketika bersama-sama menggelar pertemuan antara pihak Polsek Bantan, Koramil Bengkalis, MUI, KUA Bantan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bengkalis, Kecamatan, serta paranormal Y, Selasa (3/1/17) petang di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan.

Lafaz dan atribut yang dipasang sudah sekitar setahun tersebut, pengelola sama sekali tidak ada niat lain kecuali hanya untuk menyatukan dua kekuatan yang dia percayai setelah mendengarkan penjelasan paranormal tentang tempat yang dianggapnya keramat tersebut ada Muslim dan Kong Hu Cu. Sehingga selaku pengelola berinisiatif memasang lafaz Allah dinding termasuk tasbih dikalungkan ke patung.

Baca Juga:

“Bukan karena diperintah atau disarankan oleh paranormal, tetapi karena mendengar apa yang disebutkan paranormal, bahwa di wilayah Kucing Gila tersebut ada dua kekuatan, Muslim dan Kong Hu Cu. Kemudian pengelola berinisiatif memasang lafaz Allah dan tidak ada niat lain-lain. Dan pertemuan tadi juga hadir paranormal Y, untuk mengklarifikasi persoalan ini agar tidak melebar kemana-mana,” ungkap Kapolsek Bantan AKP Yuherman usai menggelar pertemuan kepada riauterkini.com.

“Lafaz Allah sudah dibongkar termasuk atribut lainnya yang berkenaan dengan Muslim di tempat ibadat tersebut,” imbuh Kapolsek.

Baca Juga:

Sementara itu, MUI Kecamatan Bantan Ahmad Pamuji meminta kepada seluruh pihak untuk meningkatkan toleransi beragama. Masing-masing agama memiliki atribut yang berbeda-beda. Oleh karena itu dihimbau seluruh masyarakat untuk tidak sembarangan memasang atribut suatu agama atau keyakinan tertentu.

“Mari kita jaga toleransi beragama, jangan mencampuradukkan atribut agama dan memasang sembarangan,” ungkapnya.

 

 


(riauterkini.com)

SHARE:
beritaTerkait
Arwin AS, Mantan Bupati Siak Dua Periode Berpulang ke Rahmatullah
Laba Hijau dari Ubi dan Limbah
Kasus Penyerangan Kelompok Tani di Muara Langsat, Kuasa Hukum Bantah Narasi Korban Tak Mau Jadi Saksi
Polresta Pekanbaru Gencarkan Razia Hiburan Malam, Pengunjung Diperiksa, Satu Positif Narkoba
Babinsa 05/RM Patroli di wilayah Jalur Pipa Sektor Selatan Bangko Jaya Rohil
Target Kemenangan Beruntun Keenam, PSPS Bidik Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC Bekasi Sore Nanti
komentar
beritaTerbaru