Sabtu, 31 Oktober 2026 WIB

Ini Pesan Rasulullah Bagi Rakyat dan Pemimpin

Harijal - Kamis, 02 Februari 2017 23:30 WIB
Ini Pesan Rasulullah Bagi Rakyat dan Pemimpin
Ilustrasi (net)

JAKARTA- PENTING bagi setiap pemimpin menjelaskan perkara haram dan halal yang menyangkut ibadah dan muamalat mereka. Tugas serupa juga diemban oleh Rasulullah dan para khalifah penggantinya.

Selain menegakkan syiar agama, para khalifah tersebut berkewajiban berbuat adil kepada seluruh elemen rakyat yang dipimpinnya.

Dalam kitabnya, An-Nashihat li ar-Ra'i wa ar-Ra'yat, At-Tabrizi mengingatkan, dalam mengemban amanat dan menjalankan pemerintahan, pemimpin yang mendapat kepercayaan rakyat harus mengedepankan prinsip keadilan.

Baca Juga:

Sebab, berbuat adil adalah pangkal segala keutamaan. Terwujudnya keadilan dalam sebuah komunitas masyarakat akan menciptakan stabilitas nasional dan menyejahterakan kehidupan rakyat.

Dengan keadilan, keberlangsungan hidup orang banyak bisa terjaga dengan baik. Bahkan, keadilan digunakan sebagai barometer untuk mengukur sejauh mana rezim yang berkuasa bisa memperoleh dukungan dan simpati dari rakyat, juga mampu menggapai rida dari Sang Khalik.

Baca Juga:

Karena itu, menurut at-Tabrizi, secara lugas Allah memerintahkan agar keadilan dijadikan landasan utama menetapkan hukum di antara manusia. Sebab, di sanalah letak keberhasilan seorang pemimpin untuk menyampaikan dan melaksanakan amanat yang diberikan.

Tak lain karena adil adalah menempatkan segala sesuatu sesuai porsi dan tempatnya. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.

"Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS an-Nisa [4]: 58).

Poin penting itulah yang dijadikan at-Tabrizi sebagai alasan untuk menulis kitab An-Nashihat li ar-Ra'i wa ar-Ra'yat. Kitab itu berisikan petuah baginda Rasulullah bagi para pemimpin dan rakyat. Berbagai hadis yang berkenaan dengan pola dan etika interaksi antara pemerintah dan masyarakat diuraikan berikut sanad masing-masing hadis.Â

Sejumlah hadis pun disertai dengan penilaian sederhana tentang hukum dan derajat hadis. Kalaupun kitab nasihat ini tak memuat penjelasan dan syarah, tentunya hal tersebut bisa dimaklumi karena at-Tabrizi hanya menginventarisasi hadis-hadis yang berisi petuah bagi pemimpin dan masyarakat.Â

"Secara singkat aku kumpulkan hadis-hadis yang pernah aku dengar dan riwayatkan. Mudah-mudahan bermanfaat," kata at-Tabrizi dalam kitab itu berharap.

    
Sumber: republika.co.id/gonews.co

 

SHARE:
beritaTerkait
Piala Wali Kota Pekanbaru 2026, Sebanyak 258 Perenang dari 18 Klub Berebut Prestasi
Terpilih Aklamasi, Bambang Prayetno Kembali Pimpin PWI Dumai Periode 2026-2029
Perkuat Kompetensi Hadapi Dunia Kerja, HMTI ITB Riau Pesisir Gelar Kunjungan Edukatif ke Kompleks Kilang Dumai
Arwin AS, Mantan Bupati Siak Dua Periode Berpulang ke Rahmatullah
Laba Hijau dari Ubi dan Limbah
Kasus Penyerangan Kelompok Tani di Muara Langsat, Kuasa Hukum Bantah Narasi Korban Tak Mau Jadi Saksi
komentar
beritaTerbaru