Sabtu, 31 Oktober 2026 WIB

Kisah Pria Tua Tembus Pengamanan Demi Bisa Cium Raja Salman

Harijal - Kamis, 02 Maret 2017 13:13 WIB
Kisah Pria Tua Tembus Pengamanan Demi Bisa Cium Raja Salman
Foto: Malaysia Chronicle
Syekh Yee mencium Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud.

TIDAK sembarang orang bisa mendekati raja, apalagi mencium kepalanya. Namun yang dilakukan seorang pria tua ini amat luar biasa. Tak hanya mampu menembus penjagaan ketat, ia bahkan dapat mencium kepala Raja Salman bin Abdulaziz.

Foto pria tua berjanggut putih panjang dan berpeci coklat sedang mencium kepala Raja Salman itu pun viral. Gambar itu dibagikan netizen saat Raja Arab Saudi tersebut mengunjungi Malaysia, akhir Februari lalu.

Ternyata, pria tua dalam foto itu punya sejarah emosional panjang dengan Islam dan Arab Saudi. Dikutip dari Malaysia Chronicle, Kamis (2/3/2017), ia adalah Syekh Hussain Yee, seorang intelektual Muslim di Malaysia. Pria keturunan China itu awalnya menganut ajaran Budha. Ia memeluk agama Islam di usia 18 tahun.

Baca Juga:

Syekh Yee menamatkan pendidikan Kajian Islam dan Arab di University of Madinah. Ia juga merupakan pendiri dan ketua organisasi Al-Khaadem di Malaysia. Sepanjang hidupnya, Syekh Yee merupakan konselor dan mubaligh di PERKIM Kuala Lumpur, sebuah lembaga untuk para mualaf baru di Malaysia. Syekh Yee juga menjadi Direktur Dakwah Islamic Center di Hong Kong pada 1984-1985.

Usai melawat ke Malaysia, Raja Salman pun mengunjungi Indonesia. Kunjungan Raja Salman diagendakan pada 1-9 Maret, termasuk enam hari berlibur di Bali.

Baca Juga:


(rfa/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Piala Wali Kota Pekanbaru 2026, Sebanyak 258 Perenang dari 18 Klub Berebut Prestasi
Terpilih Aklamasi, Bambang Prayetno Kembali Pimpin PWI Dumai Periode 2026-2029
Perkuat Kompetensi Hadapi Dunia Kerja, HMTI ITB Riau Pesisir Gelar Kunjungan Edukatif ke Kompleks Kilang Dumai
Arwin AS, Mantan Bupati Siak Dua Periode Berpulang ke Rahmatullah
Laba Hijau dari Ubi dan Limbah
Kasus Penyerangan Kelompok Tani di Muara Langsat, Kuasa Hukum Bantah Narasi Korban Tak Mau Jadi Saksi
komentar
beritaTerbaru