Sikat Habis Narkoba, Polsek Kepenuhan Iptu Jonnes Bekuk 3 Pengedar Narkoba, Sabu 6,14 Gram Disita
kabarmelayu.com,ROHUL Untuk memberantas habis peredaran narkoba di wilayah hukumnya, Kapolsek Kepenuhan Iptu Jonnes, SH, dan anggota kem
Hukrim
Saat Islam muncul, media surat merupakan instrument penting untuk penyebaran Islam di kalangan para pemipin suku, atau negara tertentu. Rasulullah menggunakan surat untuk mengajak petinggi sebuah kaum ataupun bangsa untuk memeluk Islam.
Dalam sejarah tercatat, Rasulullah beberapa kali menggirimkan surat. Kesekian surat itu disampaikan oleh utusan yang secara khusus dipilih oleh Rasulullah.
Urusan penulisan suratnya sendiri, Rasulullah mempercayakannya ke sejumlah sahabat yang kemudian dikenal dengan para pencatat kuttab. Soal alih bahasa, Rasulullah menunjuk beberap sahabatnya yang lantas disebut sebagai mutarjim.
Baca Juga:
Jumlah mereka cukup banyak, kurang lebih 43 sahabat. Beberapa di antaranya diulas dalam kitab karangan Ibn Hadidah (783 H) yang berjudul al- Mishbah al-Mudli’ fi Kuttab an-Nabiyy al-Umiyy wa Rusulihi Ila al-Muluk al-Ardl min ‘Arabiyyin wa ‘Ajamiyyin.
Dokumentasi tentang surat-surat Rasulullah SAW dianggap penting dan menyimpan nilai sejarah tinggi. Adalah Muhammad Ibn Thulun ad-Dimasyqi (880-953 H), ulama multidisiplin ilmu menulis kitab yang diberi tajuk A’lam as-Sailin ‘an Kutub Sayyid al-Mursalin.
Baca Juga:
Karya yang ditulis oleh tokoh bermadzhab Hanafi itu, diklaim sebagai kitab pertama yang mencoba menginventarisasi surat-surat Rasulullah secara khusus. Jumlahnya memang relatif sedikit.
Tidak semua surat yang pernah dikirimkan oleh Rasulullah terekam oleh para sahabat. Dan, hampir keseluruhannya beralih dari generasi satu ke generasi lainnnya melalui cara periwayatan
Klaim itu mungkin bisa saja benar, lantaran tokoh kelahiran Salhia, Damaskus Suriah itu memang ilmuwan yang untuk kali pertama fokus mengumpulkan risalah-risalah tersebut. Tetapi, bukan berarti, tidak pernah terdapat tokoh ulama yang mendokumentasikan surat-surat tersebut sebelumnya.
Ada, hanya saja, mereka belum menuangkannya secara khusus ke sebuah karya. Surat-surat itu ditulis berserakan di berbagai kitab sirah nabi atau buku-buku sejarah.
Sebut saja misalnya, Ibnu Ishaq (151 H) yang menulis kitab As Sirah An Nabawiyah, Muhammad Ibn Sa’ad (230 H) dalam kitab ath-Thabaqat al-Kubra, atau Muhammad Ibn Sayyid an-Nass al-Yamuri (734) dengan kitab ’Uyun al-Atsar.
Dari dua kitab yang terakhir itulah, ditambah dengan kitab Nashb ar-Riwayah li Ahadits al-Hidayah karangan az-Zaila’i, Ibnu Thulun banyak menyadur dan menukil surah-surah tersebut.
Setidaknya terdapat 50 buah surat yang terdokumentasikan dalam kitab A’lam. Membaca kitab tokoh yang pernah menggali riwayat dari sekitar 500 ahli hadis itu, penikmat karya-karya ulama klasik akan memiliki berbagai kesimpulan persepsi tentang kategori buku tersebut.
Belakangan surat-surat tersebut sebagiannya masih tersimpan apik di Museum Topkapi, Istanbul, meski dengan kondisi yang rentan rusak. Beberapa hari lalu, surat-surat tersebut dipamerkan berbentuk foto dari jepretan surat aslinya di Madinah dalam sebuah even.
Tampak dari surat tersebut ada yang dikirim ke Heraclius, penguasa Romawi ketika itu, Kisra penguasa Persia, Ashhamah bin Abjar penguasa Habsyah, kini Etiopia.
Surat yang pernah dikirimkan oleh Rasulullah kepada raja Ashhamah bin Abjar, penguasa negara Habsyah, kini Etiopia, dapat menjadi bukti seni berdakwah Nabi.
Tak heran bila surat itu lantas oleh Ibn Thulun sendiri ditempatkan di posisi teratas mengawali uraian surat-surat Rasulullah dalam karyanya tersebut.
Surat tersebut juga dianggap sebagai keberhasilan penggunaan media surat pertama. Menyusul respons positif Sang Raja.
Negara Kristen yang wilayahnya pada waktu itu secara yurisdiksi gerejani berada di bawah Gereja Orthodoks Koptik di Mesir, telah mengulurkan tangan persahabatan untuk membantu umat Islam.
Bahkan, sejumlah riwayat menyebutkan surat itu disusul dengan pernyataannya untuk memeluk agama Islam, sekalipun diperdebatkan di kalangan ahli sejarah, tanpa paksaaan apapun.
Namun respons negatif juga muncul antara lain dari Kisra, penguasa Persia yang menyobek surat yang dikirim tersebut. (ROL)
kabarmelayu.com,ROHUL Untuk memberantas habis peredaran narkoba di wilayah hukumnya, Kapolsek Kepenuhan Iptu Jonnes, SH, dan anggota kem
Hukrim
kabarmelayu.com,EKANBARU Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Pekanbaru gencar menggelar kegiatan sosialisasi dan
Pendidikan
Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Gelar Turnamen Sepak Bola, Peringati HGN 2026
Pemerintahan
Mengenal Noki Loviko, Sosok Polisi yang Memimpin Operasi Sarang Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama untuk almarhum H. Arwin A
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Jajaran Polsek Siak Hulu, Polres Kampar, berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di w
Hukrim
kabarmelayu.com,KUANSING Nenek Rosnidar (75), warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sela
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengingatkan pemerintah agar memastikan investasi asing di Indo
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., memberikan peringatan keras kepada seluruh personel Polda R
Hukrim
kabarmelayu.com,BEKASI Kecelakaan maut melibatkan sebuah truk molen terjadi di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Bar
Peristiwa