Hotspot Riau Bertambah Lagi, Langit Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langit Pekanbaru yang sempat verah dua hari belakangan setelah hujan, pada Senin (14/9/2026) pagi kembali diseli
Lingkungan
KAIRO - Membangunkan sahur bukan monopoli kaum pria! Di Mesir seorang perempuan, sambil berjalan melalui gang di Kabupaten Maadi di Kairo dua jam setelah tengah malam, memukul tamburnya untuk membangunkan warga.
Dalal Abdul Qader berkeliling guna membangunkan orang agar menikmati makan sahur. "Saya bukan hanya membangunkan orang untuk Sahur, tapi saya juga berusaha membawa kebahagiaan kepada anak-anak yang mengikuti saya selama perjalanan saya setiap malam," kata Dalal Abdul Qader, yang bekerja sebagai tukang membangunkan Sahur selama Ramadan atau dalam Bahasa Arab dinamakan Musaharati (Misaharaty).
Ketika anak-anak kecil mendengar suara tambur perempuan itu, mereka segera keluar ke jalan dan mengelilingi dia dengan penuh kebahagiaan. Anak-anak tersebut terus mengikuti perempuan itu sampai ia menyelesaikan tugasnya.
Baca Juga:
Selain tambur untuk dipukul, Dalal Abdul Qader juga melantunkan lagu agama tradisional yang mendesak orang agar bangun dan makan Sahur. Saat ia berjalan, lampu menyala dan orang mulai menyiapkan sahur, sementara anak-anak melongok dari jendela dan melambaikan tangan ke arah perempuan itu.
"Saya merasa sangat dicintai ... orang di sini menghormati saya dan ini membuat saya merasa sangat bahagia," kata Dalal Abdul Qader saat ia melambaikan tangan ke seorang perempuan yang menyapa dia dari jendela tempat tinggalnya.
Baca Juga:
Buat Dalal Abdul Qaser, pekerjaan sebagai Musaharati bukan hanya menjadi cara memperoleh nafkah, tapi itu juga menghidupkan tradisi lama yang menghidupkan cinta dan kebahagiaan di kalangan keluarga dan kerabat. "Melihat cinta ini mengelilingi saya sungguh tak ternilai," kata wanita tersebut sementara senyuman menghiasi wajahnya.
Tradisi itu berawal dari Kekhalifihan Fatimiyah sembilan abad lalu, ketika Musaharati, atau orang yang membangunkan sahur, adalah satu-satunya cara membangunkan orang untuk sahur sebab saat itu tak ada jam beralarm atau pengeras suara di masjid.
Perempuan muda tersebut mengatakan ia mulai membangunkan sahur dari pukul 23.00 sampai pukul 02.00 setiap hari. Ia menambahkan ia tak pernah merasa lelah atau bosan berkat cinta yang ia terima dari setiap orang yang ia temui.
Perempuan yang berusia 20-an tahun itu bekerja di laundry di Ibu Kota Mesir, Kairo, sepanjang tahun, tapi ia bekerja sebagai Musaharati selama Ramadan untuk mengingatkan dia pada kakaknya, yang meninggal enam tahun lalu dan juga bekerja sebagai Musaharati.
"Saya telah bekerja sebagai penabuh tambur Ramadan selama lima tahun ... saya benar-benar menintai apa yang saya kerjakan," tambah perempuan muda tersebut.
Ia percaya rakyat tidak merasa aneh bahwa seorang perempuan melakukan pekerjaan cuma buat lelaki. Ia mengatakan perempuan di Mesir sekarang bisa bekerja di banyak bidang seperti montir mobil, pengemudi truk dan pekerja bangunan.
"Ramadan tak memiliki rasa tanpa Musaharati," kata Eid Hussein (54). "Kebanyakan orang mungkin melek sampai saat sahur, yang lain memiliki teknologi baru untuk membangunkan mereka. Tapi tetap saja Musaharati menjadi daya tarik bulan suci. "Ia menyatakan setiap orang di lingkungan tersebut mencintai dan menghormati Dalal Abdul Qader sebab "ia membuat kami bahagia, karena ia mengingatkan kami pada warisan kami".
Selain menghidupkan kembali tradisi lama, pekerjaan itu juga menjadi sumber penghasilan buat Dalal Abdul Qader, yang hidup di negara yang mengalami kondisi ekonomi yang sangat sulit.
"Saya mendapat uang dari pekerjaan ini sebab orang memberi saya uang kontan pada akhir Ramadan untuk pekerjaan membangunkan orang yang saya lakukan ... Saya memberi sangat banyak dari apa yang saya perolah buat anak-anak yang memerlukan dalam upaya membuat mereka bahagia," kata Dalal Abdul Qader dengan riang.
Saat waktu berpuasa makin dekat, perempuan muda tersebut mengakhiri pekerjaan membangunan orang dan mulai mengucapkan selamat berpisah dengan anak-anak yang mengikuti dia sepanjang perjalanannya.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langit Pekanbaru yang sempat verah dua hari belakangan setelah hujan, pada Senin (14/9/2026) pagi kembali diseli
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kalimat sederhana namun penuh makna yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dalam rangka memperingati ulang tahun ke8, Komunitas Student Education Forum (SEF) resmi meluncurkan kegiatan p
Seni
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru mengimbau warga jangan percaya dengan oknum me
Pemerintahan
kabarmelayu.com,DUMAI Satuan Resnarkoba Polres Dumai mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis pil ekstasi dan etomidate. Dalam pengungk
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Satgas Karhutla TNI wilayah Melawi menggelar Salat Istisqo sekaligus sosialisasi penanggulangan kebakaran hutan da
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Satresnarkoba Polresta Pekanbaru melaksanakan pemusnahan barang bukti (BB) narkotika berupa 1.473 butir pil eks
Hukrim
kabarmelayu.com,BENGKALIS Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni secara resmi membuka Kontes Kapal Indonesia (KKI) Tahun 2026 di Lapangan Tugu Beng
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Indragiri Hilir, Drs. H. Tantawi Jauhari, M.M., CGRE, mewakili Bupati mengh
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Atlet PWI Biliar Sumatera Barat (Sumbar), Paul Hendri, berhasil membawa pulang Piala Wakil Ketua DPRD Pekanbaru,
Sport