Udara Pekanbaru Masih Sangat Tidak Sehat, Siswa Kembali PJJ
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di wilayah Pekanbaru masih terpantau berada di indikator merah atau sangat tidak sehat. Siswa tin
Pendidikan
JAKARTA - Suatu proses ketika Bumi dikelilingi oleh bulan satu kali dalam kurun waktu satu bulan telah dibuktikan oleh penelitian-penelitian astronomis yang telah dilakukan sebelumnya. Bulan hanya dapat dilihat pada satu sisi permukaannya saja dikarenakan bulan memiliki masa putar yang sama dengan masa revolusinya.
Bulan mengitari Bumi dan berotasi pada porosnya di waktu dan masa yang sama selama 29 hari dan 8 jam. Hal terebut berarti manusia yang berada di Bumi pada lokasi tertentu tidak akan dapat melihat bulan purnama pada sisi yang lainnya.
Dalam perputarannya mengelilingi Bumi, bulan menempuh jarak sepanjang 12 derajat dari 360 derajat orbitnya setiap hari. Sementara itu, bulan terbit terlambat selama 49 menit sebelumnya. Seandainya, bulan tidak terbit terlambat, bulan akan selamanya tampak sebagai purnama sepanjang kehidupan.
Baca Juga:
Dijelaskan dalam buku ‘Sains dalam Alquran’ yang ditulis Nadiah Thayyarah, Dr. Zaghlul an-Najjar mengatakan keterlambatan terbitnya bulan setiap hari menjadikan adanya tempat persinggahan secara berurutan bagi bulan. Bulan pada malam pertama bulan (syahr) baru tampak dengan sedikit cahaya.
Selanjutnya, cahaya itu bertambah sedikit demi sedikit setiap malam hingga mencapai cahaya penuh pada malam ke-14, sebagai bulan purnama. Kemudian cahaya bulan berkurang sedikit demi sedikit, hingga pada akhir bulan hanya tampak seperti tandan tua, lalu tidak tampak sama sekali.
Karena bulan dalam setiap hari dalam hitungan kalender Qamariyah menempuh sekitar 12 derajat dari 360 derajat orbitnya, setiap malam ia berada pada suatu tempat persinggahan yang ditandai dengan bintang-bintang pada rasi bintang. Tempat-tempat persinggahan itu jumlahnya ada 28, sama dengan jumlah malam saat bulan bisa dilihat.
Baca Juga:
Adanya tempat-tempat persinggahan bagi bulan membantu manusia untuk menghitung waktu-waktu mereka dalam hitungan hari, bulan, dan tahun sehingga mereka pun mengetahui bilangan tahun. Hal tersebut juga membantu mereka untuk mengetahui waktu-waktu untuk beribadah dan berinteraksi dengan sesama mereka.
Matahari dan bulan sebagai acuan untuk perhitungan waktu juga telah dijelaskan dalam Alquran.
“Dan Dia menjadikan malam untuk beristiahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan,” bunyi Surah Al An’am Ayat 96.
Dalam ayat lain juga dijelaskan “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat persinggahannya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu),” bunyi Surah Yunus Ayat 5.
Allah telah menciptakan hilal atau bulan sabit sebagai tanda yang akurat bagi manusia untuk mengetahui waktu-waktu ibadah mereka seperti haji, puasa Ramadan, pembayaran zakat, waktu memanen, dan waktu lainnya. Waktu-waktu itu juga membantu manusia untuk mengetahui lama kehamilan dan mencatat kejadian penting.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di wilayah Pekanbaru masih terpantau berada di indikator merah atau sangat tidak sehat. Siswa tin
Pendidikan
kabarmelayu.com,SIAK Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Siak masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Meski begitu, tidak serta merta
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar pengumuman dan penyerahan penghargaan Lomba Karya Tulis Jurn
TNI/Polri
Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Ringkus 128 Tersangka Narkoba
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Kantor Perta
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejak Ahad lalu (13/9/2026), kualitas udara di Pekanbaru terpantau di level sangat tidak sehat. Puncaknya, pagi
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejak Ahad lalu (13/9/2026), kualitas udara di Pekanbaru terpantau di level sangat tidak sehat. Puncaknya, pagi
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai melaksanakan kegiatan pengarahan secara daring yang di
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langit Pekanbaru yang sempat verah dua hari belakangan setelah hujan, pada Senin (14/9/2026) pagi kembali diseli
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kalimat sederhana namun penuh makna yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE
Parlemen