Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
TNI/Polri
JAKARTA - Menjaga kesehatan dan kesejahteraan manusia merupakan kunci dari perkembangan umat manusia. Banyak peradaban telah berkontribusi pada pengembangan perawatan kesehatan dan kedokteran.
Lebih dari seribu tahun lalu, peradaban Muslim memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu kesehatan. Saat masa keemasan peradaban Muslim, perawatan medis gratis digelar untuk semua orang.
Rumah sakit dibangun di banyak kota di wilayah Muslim. Saat itu operasi katarak, vaksinasi reguler, jahitan internal, pengobatan tulang, pendidikan medis merupakan praktik standar saat zaman tersebut.
Baca Juga:
Pengobatan adalah ilmu dimana seseorang memplajari keadaan tubuh manusia. Terdapat lima buku populer yang membahas mengenai hubungan obesitas dan kurangnya perhatian pada kesehatan.
Pertama, buku The Canon of Medicine karya Ibnu Sina Abad 11.
Baca Juga:
Syekh al Ra’is Sharaf al Mulk Abu Ali al Husain bin Abdullah bin al HAsan bin Ali ibnu Sina dikena Avicenna memiliki karya yang paling terkenal di bidang filsafat dan kedokteran. Salah satu bukunya yang terkenal adalah ensiklopedia Al Qanun Fi al Tibb (The Canon of Medicine.
Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa latin menjelang akhir abad ke-12. Buku ini juga menjadi sumber referensi untuk studi medis di Universitas Eropa hingga abad ke-17.
Ibnu Sina membahas dampak obesitas pada volume ketiga buku ini. Dia menyebutkan bahwa obesitas merupakan penyakit. Dia menyarankan untuk menghilangkannya dengan olahraga rutin dan makanan dengan lemak sedikit.
Kedua, buku Terapi Diet karya Al Razi.
Mohamed ibnu Zakaria al Razi merupakan seorang yang kritis. Dia menulis sebuah ensiklopedia kesehatan Al Hawi Fit Tibb.
Buku tersebut berisi tentang pengetahuan mengenai obesitas. Melalui pengalaman dan praktiknya serta membahas pendapat ilmuwan terdahulu dia menulis cara mengurangi obesitas yang berlebihan.
Al Razi mendokumentasikan diskusinya dengan laporan kasus klinis pasien dengan obesitas berlebihan. Pasien tersebut berhasil diobati.
Dia menjelaskan secara rinci perawatan yang digunakan, termasuk diet, obat-obatan, latihan, pijat, hidroterapi, dan perubahan gaya hidup. Selain itu, dia menulis sebuah buku khusus Kitab Manafi al Aghdhiyah wa Daf'i Madharriha. Buku ini bertuliskan cara menyingkirkan efek samping nutrisi yang lebih lengkap dibandingkan pendahulunya.
Ketiga, buku Pilihan Pengobatan karya Ibnu Hubal abad ke-12.
Ibnu Hubal al Baghdadi adalah seorang dokter dan ilmuwan Arab yang dikenal, terutama untuk ringkasan medisnya yang berjudul Kitab al Mukhatarat fi al Tibb. Kitab ini ditulis tahun 1165 di Mosul, Irak.
Dalam karyanya, dia menulis mengenai predisposisi orang yang sangat gemuk lebih cepat jatuh sakit. Dia menulis dengan melakukan latihan olahraga berat saat perut kosong akan berbahaya. Dia menekankan pentingnya membuat jadwal meningkat secara bertahap untuk orang obesitas.
Keempat, buku Ibnu al Nafis, Seni Pengobatan pada abad ke-13.
Ibnu al Nafis adalah tabib di abad ke-13. Memiliki nama asli al Ala al Din abu al Hasan Ali ibnu abi al HAzm al Qarshi. Lahir di al Qarsh, Suriah.
Dia belajar kedokteran di Damaskus dibawah pengawasan profesor terkemuka Muhadhab al Din al Dakhwar di sekolah kedokteran rumah sakit al Nuri. Dia menulis sejumlah karya, termasuk kitab al Shamil fi I Sina’a al tibbiyya atau seni pengobatan yang paling terkenal.
Dia juga menulsi buku Al Mujiz Fit tibb tentang hubungan antara obesitas dengan gejala penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular serta gangguan pernafasan dan endokrin. Obesitas yang berlebihan adalah kendala pada manusia yang membatasi kebebasan melakukan gerak bahkan dapat mengakibatkan penyempitan pneuma.
Selain itu, orang yang terlalu gemuk dapat berisiko mengalami pecahnya pembuluh darah fatal yang menyebabkan pendarahan dalam rongga tubuh, otak atau jantung yang menyebabkan kematian mendadak.
Kelima, buku Makanan dan Minuman karya Samarqand abad ke-13.
Najib ad Din Abu Hamid Muhammad ibnu ali ibnu Umar Samarqandi adalah seorang dokter persia di abad ke-13 dari Samarqandi. Dia adalah seorang penulis medis dan ahli medis yang produktif.
Buku yang paling terkenal adalah buku panduan komprehensif tentang terapi dan patologi. Dalam karyanya buku makanan dan minuman kesehatan bagi masyarakat, dia mendefinisikan makanan bergizi yang tepat dapat menggantikan unsur penyusun bagian tubuh.(ROL)
Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Pengacara Hotman Paris Hutapea bertemu langsung dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Akhmad Munir. Dal
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menyusul anjloknya harga kelapa tingkat petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga menyentuh angka Rp1
Ekbis
7 Kilogram Sabu Dikubur di Tanah dan Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Ringkus 3 Tersangka
Hukrim
Kapolsek Kandis Turun Bersama Petani, Rawat Tanaman untuk Menjaga Ketahanan Pangan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Keluhan warga Jalan Jati Jajar I, Kelurahan Sialangrampai, Kecamatan Kulim, terkait serangan lalat yang diduga
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Kota Pekanbaru m
Pemerintahan
Viral Kasus Pelecehan Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerjasama Debt Colector
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Konflik satwa liar dengan manusia melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kemunculan harimau
Peristiwa