Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
Baru-baru ini Metro TV mendapat protes atas tayangannya "Syiar Kemuliaan" yang menampilkan Ustazah Nani Handayani. Protes tersebut dilayangkan lantaran menampilkan ayat-ayat Alquran yang salah penulisan Arabnya.
Menanggapi kesalahan yang ramai diperbincangkan, kumparan (kumparan.com) kemudian mencoba mencari tahu apa saja kesalahan yang terdapat dalam tayangan Metro TV tersebut.
Dalam penulisan ayat Alquran sendiri, yang sejatinya ditulis dengan bahasa Arab, ada kaidah baku dalam penulisannya. Inilah prinsip yang harus ditaati untuk menghindari adanya perbedaan makna.
"Dalam bahasa Arab itu ada kaidah penulisan berdasarkan tata bahasa maupun pengucapannya. Maka untuk penulisan ayat maupun hadits harus hati-hati. Apalagi jika tulisan itu ditujukan ke publik," ungkap Yon Machmudi, Dosen Sastra Arab Universitas Indonesia, kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (5/12).
Baca Juga:
Kesalahan penulisan ayat Alquran dalam acara Metro TV menurut Yon sendiri cukup fatal karena dapat mengubah arti.
"Kesalahan penulisan walaupun bacanya mirip misalnya juga dapat berakibat pada berubahnya arti. Bisa juga malah tidak mengandung arti karena tidak ditemukan suatu kata dalam bahasa Arab," tambah Yon.
Baca Juga:
Ustazah Nani dalam acara di Metro TV berdakwah soal surat al-Ankabut:45 yang bermakna "Salat mencegah perbuatan keji dan munkar". Tulisan Arab ayat itu terpampang di layar elektronik di belakang Nani. Namun tulisan itu kemudian memicu kontroversi. Karena selain bentuk penulisan yang buruk, beberapa huruf tidak sesuai dengan apa yang tertera di dalam al-Quran.
Lantas, di mana kesalahan penulisan Alquran dalam acara ustazah Nani tersebut?
"Di gambar pertama kata ‘ash-shalah’ harusnya ‘lam’-nya panjang yaitu ‘ash-shalaatu’. Kata ‘tanha’ harusnya menggunakan ‘ha’ (besar) bukan ‘kha’ (kecil)," jelas Yon.
Perbedaan penulisan ini kata dia mengubah makna ayat dari "mencegah" menjadi "cenderung", sehingga bunyi artinya menjadi: "Sesungguhnya salat cenderung dari perbuatan keji dan munkar".
"Kesalahan menulis bisa jadi mengubah arti yang awalnya adalah ‘mencegah’ berubah menjadi ‘cenderung’. Ini bisa fatal karena ketidaktahuan dalam menulis Arabnya," jelas Yon.
Ada gambar lainnya yang menampilkan Nani dengan latar tulisan ayat al-Ahzaab:21. Menurut Yon, kesalahan kata penulisan pada ayat tersebut malah justru membuatnya tidak memiliki arti apa-apa.
"Gambar kedua ‘kana’ harusnya ‘kaana’ (ka panjang) bisa jadi tidak memiliki makna. Selebihnya kaitan dengan tata bahasa dan cara baca yang tidak tepat," jelas Yon.
"Kalau yang ahli bahasa Arab pasti langsung tahu jika penulisannya salah," tutup dia.
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru yang telah d
Pemerintahan
AKP Noki Loviko Bikin Pengedar Narkoba KetarKetir, Empat Orang Diringkus
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Usai menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 20262027 pada Kamis, 22 Okto
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pengerjaan Simpang MTQ, Kota Pekanbaru. Mereka bukan cuma menyi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, mengonfirmasi temuan jejak Harimau Sumatra (Pant
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya memastikan masyarakat mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Tantawi Jauhari memimpin apel Senin pagi gabungan di
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Tim Askar
Sport
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, kembali menunjukkan prestasi ge
Pendidikan