Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Malioboro Mulai Ramai, Sultan Yogya Ancam Bubarkan Kerumunan

Harijal - Senin, 08 Juni 2020 20:49 WIB
Malioboro Mulai Ramai, Sultan Yogya Ancam Bubarkan Kerumunan
(Detikcom/Edzan Raharjo)
Foto ilustrasi. Suasana Malioboro Yogyakarta sebelum pandemi virus corona.

JAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengancam akan membubarkan kerumunan di sejumlah pusat keramaian di Yogyakarta selama pandemi virus corona (Covid-19).

Dia meminta masyarakat untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker saat berada di tempat-tempat umum.

Pernyataan tersebut disampaikan Sultan setelah pihaknya melihat di kawasan Malioboro Yogyakarta ada banyak warga yang berkerumun pada malam hari. Terlebih mereka disebut banyak yang tidak menggunakan masker dan tak menjaga jarak fisik.

Baca Juga:

Padahal, risiko penularan virus corona (Covid-19) masih tinggi. Bahkan, Sultan mengancam akan membubarkan kerumunan yang tetap tidak mengindahkan protokol kesehatan, jika hal itu terjadi lagi pada pekan depan.

"Iya, saya akan menempuh itu [membubarkan] karena risikonya terlalu tinggi," tegas Sultan kepada wartawan di Kompleks Gedung DPRD DIY, Senin (8/6).

Baca Juga:

Pihaknya juga meminta agar para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan toko-toko yang telah buka di sepanjang jalan Malioboro agar menyediakan tempat-tempat cuci tangan. Dengan demikian, para pengunjung bisa lebih mendisiplinkan diri dalam menerapkan protokol kesehatan. Sultan berharap agar kasus Covid-19 gelombang kedua tak terjadi di DIY apabila para warga tetap patuh protokol kesehatan.

Senada dengan Sultan, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga menekankan, agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Terlebih saat ini Kota Yogyakarta belum sampai pada penerapan New Normal.

"Meskipun kasus di kota landai, bisa beresiko mengalami kemunduran waktu untuk menuju New Normal jika kita ceroboh," tegas Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta ini.

Heroe mengaku saat ini Pemkot masih menangani kasus Covid-19, sembari menyusun protokol baru sebelum tahap uji coba.

"Masih ada penerapan terbatas dan masih ada tahapan penerapan skala kota Yogya sebelum memasuki new normal," imbuh Heroe. 

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Tata Kelola Agribisnis Sawit dan Mitigasi Tipikor, Law Firm Citra Hukum Keadilan Resmi Buka Kantor Perwakilan di Riau
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
komentar
beritaTerbaru