Jumat, 31 Juli 2026 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Presiden Jokowi Ingatkan Pemda Percepat Realisasi APBD

Harijal - Rabu, 30 November 2022 22:28 WIB
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Presiden Jokowi Ingatkan Pemda Percepat Realisasi APBD
Presiden Jokowi

JAKARTA - Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) se Indonesia agar segera mempercepat realisasi APBD.

Jokowi mengungkapkan, pemerintah sibuk mencari uang dari luar agar masuk ke daerah, dan terjadi perputaran uang yang lebih meningkat.

Akan tetapi sebutnya, uang di saku sendiri yang ditransfer dari Menteri Keuangan ke daerah-daerah justru belum dipakai.

Baca Juga:

"Pagi tadi saya tanya keĀ  Menteri Keuangan, ada berapa uang kabupaten kota dan provinsi yang ada di bank yang belum dipakai. Biasanya tahun lalu di bulan-bulan seperti ini paling 210-220 triliun, pagi tadi kita cek uang yang ada di bank masih 278 triliun," ucapnya, dalam Rakor investasi tahun 2022, di Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta, Rabu (30/11/22).

Presiden menyebutkan, pemerintah mencari investasi agar ada arus modal masuk. Namun sayangnya, APBD yang dikantong tidak dipakai.

Baca Juga:

"278 triliun gede banget, gede banget besar sekali. Kalau ini di daerah hati-hati," ucapnya.

Jokowi menyebutkan, ia telah memerintahkan Kemendagri Tito Karnavian agar mengecek satu persatu pemerintah daerah apa persoalannya.

Menurutnya, dalam situasi yang sangat sulit ini akan tetapi uang tidak dipakai besar sekali.

"Saya minta segera dibelanjakan, memang realisasi biasanya di akhir tahun di Desember, tapi ini kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya ini sudah melompat tinggi sekali," tuturnya.

Presiden menambahkan, untuk realisasi belanja, untuk nasional itu sudah masuk ke angka 76 persen realisasi belanjanya. Namun di daerah baru 62 persen.

Ia mengingatkan karena besok sudah memasuki bulan Desember, maka penting untuk segera merealisasikannya dan berhati-hati dalam hal ini.

"Artinya kita pontang-panting cari arus modal masuk dari capital in flow, lewat investasi, tapi uang yang ada di kantong sendiri tidak direalisasikan. Hati-hati ini keliru besar," tutupnya.(*)

SHARE:
beritaTerkait
Pemda di Bawah Tekanan Fiskal, Dipastikan Tak Ada PHK PPPK di Riau
DAS Empat Sungai Besar di Riau Kritis!
Pelaku Usaha Diminta Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri
Sempena HUT Riau ke-69, Pemprov Gelar Riau Bershalawat Bersama Habib Syech
Mahasiswa dan Pelajar Jepang Belajar Konservasi Hutan Tropis di Tahura SSH
Terima Lulusan IPDN Riau, Syahrial Abdi: Jaga Integritas, Optimalkan Pelayanan
komentar
beritaTerbaru