Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi menjelaskan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami dia dan istrinya oleh mahasiswa Indonesia saat berada di Bandara Changi Singapura. Di hadapan ribuan jamaah usai menunaikan ibadah shalat Jumat di Islamic Center NTB, pria yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak warga NTB untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
"Saya tidak bisa melarang orang marah, tapi kemarahan yang ada tidak boleh mendorong pada satu bentuk kemaksiatan. Tetap jaga keamanan, kenyamanan, dan ketenangan NTB," kata TGB di Islamic Center NTB, Jumat (14/4).
TGB mengatakan, menghadapi keadaan apapun di dunia, Islam telah memiliki panduan terbaik melalui Alquran dan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Tuntunan pertama dari Alquran jika mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan ialah untuk bersabar. Rasa sabar, kata TGB, akan semakin mendekatkan ketaqwaan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga:
TGB menerangkan, kehebatan seseorang bukan terletak pada siapa yang menang dalam bertarung fisik, melainkan mampu mengendalikan diri pada saat marah. Dia mengimbau masyarakat NTB untuk mampu mengendalikan diri dan menggunakan akal sehat menyikapi hal ini.
"Jangan ada yang terprovokasi apapun," kata dia.
Baca Juga:
TGB juga meminta warga NTB untuk bersama-sama menjaga persaudaraan dan keberagaman yang selama ini telah terjalin dengan baik. "Mari kita jaga keutuhan dan kebersamaan kita, jangan terprovokasi dalam bentuk apapun, lelah kita bangun NTB ini, mari kita rawat dengan sebenar-benarnya," ucap TGB.
TGB menambahkan, tidak boleh ada seseorang atau sekelompok yang merasa lebih hebat dari kelompok lain dan lantas merendahkan kelompok lain karena faktor apapun. "Allah SWT maha adil, mudah-mudahan apa yang terjadi pada diri saya dan keluarga jadi pelajaran," kata TGB.
TGB mengingatkan agar umat Islam di NTB yang menjadi mayoritas untuk selalu mengayomi yang minoritas di NTB. "Insya Allah saya yakin umat Islam di NTB punya kesabaran dan kedewasaan sehingga tetaplah semua yang terjadi sebagai pupuk untuk semakin menumbuhkan semangat dalam membangun daerah kita," kata TGB menambahkan.
Sebelumnya, pada Ahad (9/4), di Bandara Changi, Singapura, terjadi kesalahpahaman antara seorang bernama Steven Hadisurya Sulistyo, bersama Muhammad Zainul beserta istri ketika sama-sama mengantre di depan tempat check-in Batik Air. Steven melayangkan kata-kata bernada rasis,"Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko,".(ROL)
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri
kabarmelayu.com,YOGYAKARTA Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), me
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SUMUT Ratusan anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur didampingi Tim Pengacara, LSM Penjara Rohul, dan Ketua Adat men
Peristiwa
kabarmelayu.com, PEKANBARU Upaya menjaga kesehatan masyarakat terus dilakukan di tengah kondisi udara Kota Pekanbaru yang terdampak kabut
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata dalam mewujudkan Zero Stunt
Sosial
kabarmelayu.com,TEMBILAHAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membakar lahan gambu
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan peninjauan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di K
Hukrim