Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Polisi Bubarkan Zikir Ibu-ibu, Wakapolri Akan Copot Kapolres Banggai

Harijal - Jumat, 23 Maret 2018 21:39 WIB
Polisi Bubarkan Zikir Ibu-ibu, Wakapolri Akan Copot Kapolres Banggai
ist.
Sejumlah perempuan menghalangi eksekusi dengan berzikir di jalan raya.

BANGGAI - Wakapolri Komjen Syafruddin geram saat mengetahui anak buahnya membubarkan ibu-ibu pengajian di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Syafruddin menegaskan akan mencopot Kapolres Banggai dan memidanakan pejabat daerah setempat. "Kalau itu betul-betul kejadian yang sebenarnya hasil investigasi dari propam, akan saya copot kapolresnya," ujar Syafruddin, Jumat (23/3/2018).

Syafruddin menyatakan, pihaknya telah menerjunkan tim Paminal Divisi Propam Polri untuk menyelidiki kasus tersebut. Ia mengaku mendapat laporan dari sejumlah elemen masyarakat terkait dugaan kesewenang-wenangan aparat ini.

Baca Juga:

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu terkait dengan eksekusi lahan 20 hektar di Tanjung Luwuk, Banggai Sulteng. Namun saat pelaksanaan eksekusi, aparat terhalang ibu-ibu majelis taklim yang tengah zikir. Hingga akhirnya terjadi kericuhan.

"Yang membuat saya sangat reaktif karena kelihatannya tidak toleran. Pemerintah harus toleran terhadap masyarakat. Polri juga walaupun itu menegakkan hukum, tapi harus berkeadilan. Itu tidak sesuai dengan prosedur. Tidak boleh, tidak boleh pengajian dibubarkan dengan gas air mata," tegasnya dilansir laman Merdeka.

Baca Juga:

Meski begitu, jenderal bintang tiga tersebut lebih dulu akan menunggu hasil investigasi internal secara utuh untuk mengetahui kejadian sesungguhnya. Namun ia memastikan Polri bersikap objektif terkait peristiwa ini.

"Saya belum dapat laporan lengkap, tapi kita akan periksa semua, sampai kapoldanya akan kita periksa," ungkap Syafruddin.

Diberitakan sebelumnya, warganet di Sulawesi Tengah dihebohkan beredarnya video pemblokiran jalan oleh warga Tanjung Sari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Mereka menghalangi eksekusi dengan berzikir pada Senin (19/3/2018).

Zikir yang dilakukan oleh warga terhenti saat upaya pembubaran yang dilakukan aparat TNI-Polri. Video live Facebook yang dilakukan pemilik akun Acho Akina Chowji itu memperlihatkan sejumlah wanita yang tengah melakukan zikir, berhamburan saat gas air mata ditembakkan ke atas.

(sumber: rakyatku.com)

SHARE:
beritaTerkait
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
komentar
beritaTerbaru