Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Kisruh Mendag-Buwas Terkait Impor Jagung, Ini Respons Darmin

Harijal - Rabu, 23 Januari 2019 14:59 WIB
Kisruh Mendag-Buwas Terkait Impor Jagung, Ini Respons Darmin
Foto: CNBC Indonesia/Exist In Exist

JAKARTA - Silang pendapat antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Bulog Budi Waseso perihal impor jagung menuai tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. 

Berbicara kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/1/2019), Darmin menjelaskan rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian memang membicarakan persoalan jagung untuk pakan ternak. 

"Bahwa ini harga masih tinggi. Apa yang terjadi? Impor sudah ada, kok belum turun seperti yang diharapkan. Ada turunnya, tapi kecil. Harga di peternak masih 7 ribuan rupiah padahal kita impor itu," ujar Darmin. 

Baca Juga:

Ia mengutip pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebut produksi jagung tahun ini diperkirakan 1,6 juta ton. Berbekal situasi yang ada, Kemenko Perekonomian menugaskan Kementerian BUMN selaku induk Bulog mengecek situasi di lapangan. 

"Saya baru akan laporkan nanti sore bagaiman situasinya di lapangan," kata Darmin yang juga mantan gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut.

Baca Juga:

Sebelumnya, Enggartiasto mengatakan Kementerian Perdagangan sudah merilis persetujuan impor (PI) tambahan jagung kering untuk pakan ternak sebanyak 30 ribu ton.

Hal itu merupakan keputusan bersama rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian. Dalam rapat itu ditemukan fakta belum seluruh peternak ayam petelur UMKM di daerah Blitar dan sekitarnya menerima distribusi impor jagung sebelumnya 99 ribu ton. 

"Izin sudah saya keluarkan sesuai keputusan rakor, dan saat ini tinggal Bulog [Badan Urusan Logistik] yang melakukan prosesnya," kata Enggartiasto usai rakor di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (23/1/2019).

Di tempat yang sama, Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, membenarkan sudah ada pesanan dari peternak dan sudah ada perintah dari Kemenko Perekonomian untuk impor jagung. 

"Tapi itu belum pasti dilaksanakan, tidak harus. Kalau bisa dipenuhi dari dalam negeri, kenapa kita harus impor," katanya.

(sumber: cnbcindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
komentar
beritaTerbaru