Senin, 31 Agustus 2026 WIB

Papua Memanas, Kominfo Blokir Akses Internet & Hoax Beredar

Harijal - Kamis, 22 Agustus 2019 11:13 WIB
Papua Memanas, Kominfo Blokir Akses Internet & Hoax Beredar
(AP Photo/Safwan Ashari Raharusun)
Foto: Kerusuhan Manokwari, Papua Barat (19/8/2019).

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) memutuskan untuk melakukan pemblokiran data internet di Papua dan Papua Barat sejak Rabu (21/8/2019). Alasannya, untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di tanah Papua.

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengatakan pemblokiran dilakukan setelah Kominfo berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika RI memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi, mulai Rabu (21/8) hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal," ujarnya dalam keterangan resmi yang diperoleh CNBC Indonesia.

Baca Juga:

Menurut Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu pemblokiran dilakukan bertahap sejak pagi pukul 08:00 WIT.

"(Sejak pukul) 08.00 WIT pagi, tapi secara bertahap," ungkap Ferdinandus Setu, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (22/8/2019).

Baca Juga:

Saat itu Kemenkominfo berhasil mengidentifikasi dua hoaks. Pertama hoaks foto warga Papua tewas dipukul aparat di Surabaya dan kedua hoaks yang menyebutkan bahwa Polres Surabaya menculik 2 orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua.

Sebelumnya pada Senin (19/8/2019) melakukan throttling atau pelambatan akses/bandwidth di beberapa wilayah Papua di mana terjadi aksi massa pada Senin (19/8/2019), seperti Manokwari, Jayapura dan beberapa tempat lain. 

"Pelambatan akses dilakukan secara bertahap sejak Senin (19/8) pukul 13.00 WIT," ujar Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi, Senin (19/8/2019). 

Ferdinandus Setu menambahkan sehubungan dengan situasi di wilayah Papua sudah kondusif, maka mulai malam ini (Pukul 20.30 WIT) akses telekomunikasi sudah dinormalkan kembali. 

Kondisi memanas di Papua dipicu oleh penyerangan sekelompok orang ke asmara mahasiswa Papua di Surabaya. Kepolisian setempat ada informasi bahwa mahasiswa ini menolak untuk mengibarkan bendera merah putih. Aksi penyerangan ini memicu aksi demonstrasi masa di Papua dan Papua Barat.

Demi menghindari situasi yang tidak diinginkan, kepolisian setempat telah mengimbau warga untuk tidak keluar rumah. Utamanya bagi warga pendatang dari luar Papua Barat.

(cnbcindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Tata Kelola Agribisnis Sawit dan Mitigasi Tipikor, Law Firm Citra Hukum Keadilan Resmi Buka Kantor Perwakilan di Riau
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
komentar
beritaTerbaru