Minggu, 17 Mei 2026 WIB

DPRD Inhil Apresiasi Kampanye Bahaya Ngelem yang Dilakukan KOMPAK Riau

Harijal - Minggu, 22 Januari 2017 17:32 WIB
DPRD Inhil Apresiasi Kampanye Bahaya Ngelem yang Dilakukan KOMPAK Riau
pra/riaueditor.com
DPRD Inhil Apresiasi Kampanye Bahaya Ngelem yang Dilakukan KOMPAK Riau.

TEMBILAHAN, kabarmelayu.com - Ketua Komisi I DPRD Inhil HM Yusuf Said mengapresiasi langkah kampanye bahaya ngelem dan zat adiktif lainnya yang dilakukan Komunitas Peduli Anak (KOMPAK) Provinsi Riau.

Menurut HM Yusuf Said, kampanye aktif tentang bahaya ngelem dan zat adiktif lainnya di kalangan anak diharapkan mampu menekan penyalahgunaan bahan berbahaya ini.

"Bagus yang dilakukan KOMPAK, saya takutnya tidak ada lagi nanti anak yang akan direhabilitasi, karena gencar kampanye yang dilakukan KOMPAK," ungkap Yusuf Said menyampaikan apresiasi sambil berkelakar kepada inisiator KOMPAK Provinsi Riau Maryanto, SH, Sabtu (21/1/17).

Baca Juga:

Disebutkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak terkait lainnya mengenai penanganan anak pecandu ngelem akan dilakukan secara komprehensif sehingga benar-benar mampu mengatasi anak yang kecanduan lem dan zat adiktif lainnya.

Untuk diketahui, DPRD Inhil juga bergerak cepat melakukan rapat dengar pendapat dengan pihak kepolisian, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Bappeda dan Bagian Hukum Setda Inhil, Kamis (12/1/17) lalu, pasca hebohnya kasus penyalahgunaan lem dan zat adiktif lainnya di kalangan anak-anak di Inhil. Apalagi, setelah ditemukan mayat bocah perempuan yang ditangannya memegang plastik bening berisikan lem, diduga pengguna lem.

Baca Juga:

Dari pertemuan ini disepakati akan dibentuk tim yang melibatkan seluruh pihak terkait, bagi pencegahan dan melakukan rehabilitasi bagi anak pecandu lem dan zat adiktif lainnya.(rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Dua Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Jembatan Empat Balai Sungai Kampar Ditemukan Malam Tadi
Ratusan Pasien di Puskesmas Simpang Tiga Diperiksa Satu Dokter, Antrean Sampai 3 Jam
Polemik PPDB MTsN 2 Inhil, Penasehat PPWI Inhil Zulkifli Minta Transparansi dan Evaluasi
Aparat Lambat Tutup Warung Remang-Remang Cafe KE Lipat Kain, Warga Nyatakan Siap Turun Tangan
Kapolsek Kandis Cup 2026 Resmi Ditutup, Ajang Pererat Silaturahmi dan Lahirkan Atlet Berbakat
Modus Kunjungi Saudara, Pengiriman PMI Ilegal di Dumai Terbongkar
komentar
beritaTerbaru