Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Guna mengetahui metode pengawasan terhadap Lingkungan Hidup (LH), sebanyak 8 orang anggota komisi III DPRD Kab. Bungo Provinsi Jambi melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Riau, Kamis (05/03/20).
Dalam acara RDP tersebut, mereka diterima oleh Ketua komisi IV DPRD Riau Parisman Ikhwan SE didampingi anggota Dani Nursalam, Almainis, Tumpal Hutabarat dan Abdul Kasim.
Sementara dari komisi III DPRD Kabupaten Bungo Jambi dipimpin oleh Darwandi bersama 7 anggota DPRD lainnga dan 3 orang dari staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bungo.
Baca Juga:
Kepada wartawan usai RDP, Parisman mengatakan kunjungan teman sejawat dari provinsi tetangga itu, bertujuan untuk mengetahui metode pengawasan yang dilakukan DPRD Riau terhadap pencemaran lingkungan.
" Ini cuman kunjungan biasa. Mereka ingin melihat sistim AMDAL dan pengelolaan LH. Mereka melakukan Study banding (Stuband) disini untuk kemudian tahu apa yang mereka lakukan nanti disana", ujarnya.
Baca Juga:
Politisi Golkar itu menceritakan, dalam RDP tersebut terungkap bahwa banyak bintang-bintang yang memback up kegiatan tambang illegal disana.
Dari persoalan tersebut ucap Parisman, pihaknya menyimpulkan, bahwa yang diperkuat di pengawasan.
"Tentu penekanannya kepada OPD terkait. Kita sebagai fungsi pengawasan, ya kita panggil DLH nya dan perusahaannya agar kita tahu bentuk penindakannya", ujarnya.
Khusus di Riau ucap Parisman, perlu suppot dalam pengadaan peralatan. Ia pun mendesak pemerintah pusat mengucurkan dana APBN guna membantu Pemprov Riau terutama dalam pengadaan perlatan uji limbah.
"Kita minta pemerintah pusat agar ada dana APBN atau dana hibah melalui Kementerian LHK. Termasuk membantu masyarakat yang terdampak limbah, itu harus kita siapkan", ujar Sekretaris fraksi Golkar DPRD Riau tersebut.
Hal senada dibenarkan ketua komisi III DPRD kab. Bungo, Darwandi. Ia mengaku, kunjungan ke DPRD Riau dimaksudkan untuk mengkaji
masalah perijinan dan sistim pengawasan terhadap UPL, UKL dari DLH.
"Kita membandingkan bagaimana sistim pengawasan DPRD Riau disini untuk kemudian kita bawa ke kabupaten Bungo", ucap politisi Gerindra tersebut.
Darwandi mengatakan di Bungo masalah limbah tergolong bagus. Hanya saja masih ada satu dua perusahàn yang kurang mematuhi aturan.
Sementara informasi yang berhasil dirangkum dari sejumlah media online di Jambi, baru-baru ini ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa ke DPRD Kab. Bungo Jambi terkait pencemaran limbah PT Bungo Limbur serta tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan izin perusahaan.
Mereka menilai, limbah PT Bungo Limbur sudah sangat meresahkan masyarakat, karena baunya yang sangat menyengat. (fin)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan