Peringati Hari Pramuka ke-65, Bupati Siak Ajak Generasi Muda Sukseskan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Peringati Hari Pramuka ke65, Bupati Siak Ajak Generasi Muda Sukseskan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Pemerintahan
PEKANBARU - Untuk memenuhi kebutuhan pangan di Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah melakukan gerakan menanam, dengan cara memanfaatkan lahan kosong milik pemerintah. Hal ini juga seharusna diikuti pemerintah kabupaten dan kota di Riau dalam menjaga kebutuhan pangan masyarakat.
Wakil Gubernur Riau, Edy Nasution mengatakan, Kamis (14/5/2020) di Gedung Daerah Balai Serindit, bahwa ketahanan pangan harus dilakukan di Bumi Lancang Kuning ini saat Covid-19 dan pasca Covid-19 nantinya.
"Walaupun saat ini ketahanan pangan kita aman sampai akhir tahun. Namun kita jangan lengah dan bisa mengambil langkah ketahanan pangan sebagai upaya antisipasi. Sebab, sebagian besar kebutuhan pangan dipasok dari provinsi lainnya, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa," kata Edy Nasution.
Baca Juga:
Edy Nasution mengajak semua komponen dan pemerintah kabupaten/kota di Riau untuk menjaga ketahanan pangan dan jangan sampai terjadi kelangkaan sembako serta kebutuhan pangan.
"Semua komponen yang ada menjaga agar tidak terjadi kelangkaan sembako dan kebutuhan pangan. Konsumen juga jangan sampai terganggu dan ketepatan dalam pasokan diperlukan. Silahkan setiap kabupaten dan kota menanam pangan sesuai karakteristik dari tanah di daerahnya masing-masing," ungkap Edy Nasution.
Baca Juga:
Dalam seminar ketahanan pangan dengan pemerintah pusat yang dihadiri Edy Nasution secara daring melalui video conference, juga dihadiri mantan Wakil Menteri Pertanian (2010-2011), Wakil Menteri Perdagangan (2011-2012), Bayu Bayu Krisnamurti dan Kepala Badan Ketahanan Pangan RI, Agung Hendriadi.
Bayu Krisnamurti mengatakan, bahwa pemerintah dan masyarakat jangan melihat komoditas secara parsial. Dianalogikan dirinya, bahwa kalau ada satu piring nasi ramas, bukan hanya ada nasi saja dalam piring tersebut. Tapi ada daging/ayam, tempe/tahu, sayuran dan lainnya.
"Bicara ketahanan pangan itu petani pangan pun konsumen pangan. petani padi pun membeli beras. Artinya tidak bisa melihat kebutuhan pangan secara terpisah, namun harus secara utuh," kata Bayu.
Agung Hendriadi juga mengatakan, bahwa tantangan ketahanan pangan sekarang dan pasca Covid-19, yakni bagaimana ketahanan pangan saat ini tetap diproduksi. Konsumsi pun tidak terpengaruh secara kuantitas dan kualitas.
"Dalam kondisi yang sekarang ini, diketahui bahwa harga kebutuhan pangan cenderung tidak berpola. Namun akan ada tantangan besar yang akan kita hadapi, yaitu ancaman kekeringan," ujar Agung. (MCR)
Peringati Hari Pramuka ke65, Bupati Siak Ajak Generasi Muda Sukseskan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Pemerintahan
Oleh Rosmely, SHSETIAP kali panen kelapa melimpah, petani Indragiri Hilir kembali dihadapkan pada persoalan klasik, harga turun. Alasannya
Opini
kabarmelayu.com,JAKARTA Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar bertemu dengan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA di Gedung DPR
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Perkembangan teknologi digital menuntut dunia jurnalistik beradaptasi lebih cepat. Jurnalis tidak lagi cukup hanya
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan meminta bantuan 18 ribu masker kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau
Lingkungan
kabarmelayu.com,KUANSING Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Korban
Peristiwa
Semarak HUT RI ke81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
Sport
Polda Riau Turunkan Tim Ahli Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kelurahan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru berhasil menyabet sebagai kelurahan terbaik III lomb
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ir. H. AMD. Junaidi AN, M.Si, menghadiri kegiatan Saraseha
Parlemen