Selasa, 25 Agustus 2026 WIB

Cegah Corona, Dewan Pers Minta Konpers Tatap Muka Dikurangi

Harijal - Rabu, 05 Agustus 2020 00:17 WIB
Cegah Corona, Dewan Pers Minta Konpers Tatap Muka Dikurangi
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

JAKARTA - Anggota Dewan Pers, Arif Zulkifli meminta semua pihak mengurangi kegiatan konferensi pers (konpers) tatap muka untuk mencegah klaster baru penularan virus corona (Covid-19). Langkah tersebut perlu dilakukan guna mencegah wartawan terpapar virus corona.

"Saya setuju dengan meningkatnya beberapa klaster dan kasus baru, mestinya kita menahan diri untuk tidak melakukan pernyataan pers yang sifatnya offline," kata Arif kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/8).

Arif menyebut konferensi pers masih dilakukan sejumlah pihak secara langsung lantaran narasumber yang tak percaya diri ketika melakukan konpers secara online.

Baca Juga:

Saat ini, kata Arif, Dewan Pers tengah menghimpun kerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan tes massal Covid-19 di kalangan wartawan. Tes tersebut untuk mengurangi rasa khawatir wartawan saat meliput peristiwa ataupun konpers.

"Jadi kita lagi susun mekanisme, siapa yang didahulukan dan sebagainya itu lagi disusun. Semoga dalam waktu dekat bisa kita terapkan. Karena saya tahu wartawan juga gelisah kalau dia tidak tahu," ujarnya.

Baca Juga:

Senada, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meminta pemerintah, baik itu kementerian atau lembaga mengurangi konferensi pers tatap muka mengundang wartawan untuk meminimalisir klaster baru penularan virus corona.

"Pemerintah melalui lembaga-lembaga negara memang sebaiknya bisa berkontribusi dengan mengurangi munculnya klaster baru dengan meminimalisir kegiatan offline. Konpers dikurangi lah," kata Ketua AJI Abdul Manan saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Manan mengatakan kegiatan konferensi pers yang dialihkan dari tatap muka menjadi online atau virtual tak akan mengurangi nilai informasi yang disampaikan. Menurutnya, upaya tersebut juga untuk menjaga keselamatan wartawan.

"Kecuali sesuatu yang sifatnya sangat darurat. Kalau sifatnya memberikan informasi saya kira itu kan tidak berkurang nilainya kalau disampaikan secara daring. Jadi informasi dapat, di sisi lain menjaga keselamatan wartawan," ujarnya.

Di sisi lain, Manan meminta perusahaan media bisa lebih selektif dalam mengirim wartawan untuk meliput suatu kegiatan atau peristiwa. Menurutnya, perusahaan wajib melengkapi wartawann dengan alat-alat pelindung dari risiko penularan virus corona jika terpaksa menugaskan ke lapangan.

"Terakhir, wartawan juga harus punya kesadaran mematuhi protokol kesehatan," katanya.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
447 Hotspot Terpantau, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Riau
Tumbangkan Juara Bertahan, Alam Cahyo Juara Pacu Jalur 2026
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
Kemnaker-JICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
komentar
beritaTerbaru