Tampil Memukau, Sri Junjungan Raih Juara Pertama Lomba Tari Zapin Melayu se-Riau
Tampil Memukau, Sri Junjungan Raih Juara Pertama Lomba Tari Zapin Melayu seRiau
TNI/Polri
Dikatakan, Menteri Amran bahwa sektor pertanian harus menjadi fokus utama dalam menjawab tantangan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Riau adalah potensi besar untuk mendukung kemandirian pangan, khususnya di wilayah Sumatera.
"Kami melihat Riau memiliki potensi luar biasa, dengan lahan sekitar 59.000 hektare. Tahun ini, kami telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan 10.000 hektare. Ke depan, kita akan dorong hilirisasi kelapa agar petani mendapatkan nilai tambah," ujarnya.
Baca Juga:
Dijelaskan, ketahanan pangan adalah prioritas utama yang telah ditekankan langsung oleh Presiden RI Prabowo. Terutama, dalam menghadapi ancaman krisis iklim dan guncangan global yang berdampak pada distribusi pangan.
"Lihat potensi Riau, penduduknya 7 juta ya Pak Gubernur, pangannya harus beres. Kenapa harus beres, karena bila mana terjadi goncangan iklim, pangan adalah vital. Sehingga Bapak Presiden minta fokus pada pangan," jelasnya.
Baca Juga:
Diungkapkan, hilirisasi sektor pertanian juga tidak kalah penting. Dengan optimalisasi hasil panen, petani bisa meraih nilai ekonomi yang lebih tinggi dan memperkuat daerah.
"Kalau hilirisasi berjalan baik, maka ketahanan ekonomi dan pangan akan saling menguatkan. Hari ini kami datang untuk melihat bagaimana potensi pertanian yang ada di Riau. Generasi mendatang harus kita siapkan dari sekarang. Kalau sudah dipersiapkan, Riau bisa mandiri pangan," tambahnya.
Mentan Amran juga menerangkan risiko jika kemandirian pangan tidak tercapai. Hal itu, tentu saja bisa dapat meningkatkan angka inflasi. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya investasi jangka panjang dalam pertanian.
"Jika tidak mandiri pangan, seluruh biaya transport pangan dari Sumatera Barat ditanggung oleh masyarakat Riau. Inflasinya naik dan kontribusi inflasi tertinggi itu ada di pangan, terutama beras," terangnya.
"Kalau kebutuhan dasar sudah kita penuhi, InsyaAllah ke depan kita siapkan 50, 100, bahkan 200 tahun generasi kita. Dengan begitu, indeks pertanaman (IP) juga bisa naik," lanjutnya.
Sementara itu, Gubri Abdul Wahid menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Provinsi Riau. Ia berkomitmen untuk merancang kebijakan yang konkret bersama pemerintah kabupaten/kota.
Gubernur Abdul Wahid juga menekankan bahwa seluruh wilayah di Riau memiliki keunggulan masing-masing di sektor pertanian yang bisa dikembangkan.
"Ya, saya terima kasih bahwa Pak Menteri responsif banget terhadap potensi yang ada di kita. Tinggal saya bersama bupati dan wali kota meramunya, mengemasnya sehingga menjadi kebijakan yang bisa membantu rakyat. Semua daerah di Riau punya potensi masing-masing, mulai dari kelapa hingga padi, nanti tinggal kita galakkan kembali." tukasnya.
Tampil Memukau, Sri Junjungan Raih Juara Pertama Lomba Tari Zapin Melayu seRiau
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 telah berguli
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk mendata kondisi perekonomian secara menyeluruh.
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau mulai mematangkan pelaksanaan Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026. Ajan
Pemerintahan
Polda Riau Bongkar Tiga Kasus Kriminal, Kombes Hasyim Perlihatkan Barang Bukti Ranmor Hasil Kejahatan
Hukrim
Bhabinkamtibmas Lakukan Pemantauan Lahan Ketahanan Pangan Libo Jaya, Buah Jagung Mulai Menguning
Lingkungan
Panen Melon di Buantan Besar, Bupati Afni Bukti nyata Dana Desa Tingkatkan PAD
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan target kuota penerimaan peserta didik baru untuk program jaring pe
Pendidikan
kabarmelayu.com,PELALAWAN Polsek Pangkalan Kerinci membongkar kasus eksploitasi anak dengan memaksa tiga orang korbannya mengamen dan meng
Hukrim
ekkabarmelayu.com,BATAM Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk panjang (Hex
Ekbis