Suparman dan Iwan Pansa Saling Lapor, Polisi Teliti Dua LP
kabarmelayu.com,PEKANBARU Seteru antara Suparman dengan Iwan Pansa yang terjadi beberapa waktu lalu kian memanas. Kedua pihak saling lapor
Hukrim
Kedatangan Kolonel Nelson Marpaung disambut hangat oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, bersama sejumlah wartawan yang kebetulan sedang berada di sekretariat. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban, dengan dialog yang terbuka dan konstruktif. Diskusi awal menyinggung peran masing-masing pihak - TNI dan media - dalam menjaga keseimbangan demokrasi di Indonesia.
"Media dan TNI sama-sama memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas bangsa," ujar Wilson Lalengke membuka percakapan dan menambahkan, "Kami di PPWI percaya bahwa komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci untuk menghindari kesalahpahaman."
Topik utama pertemuan segera mengarah pada pemberitaan yang menyebut nama Nelson Marpaung terkait dugaan keterlibatannya sebagai 'backing' perusahaan perusak hutan, Surya Dumai Group. Dugaan tersebut muncul setelah Nelson, yang pernah menjabat sebagai Dandim 1602/Ende di Nusa Tenggara Timur, bertemu dengan Ketua Petir DKI Jakarta, Jesayas Sihombing. Dalam pertemuan yang berlangsung di sebuah café tahun 2024 lalu itu, Nelson disebut meminta Jesayas agar tidak melakukan aksi demonstrasi yang direncanakan esok harinya.
Baca Juga:
Menanggapi isu tersebut, Nelson Marpaung dengan tegas membantah. "Saya ingin meluruskan informasi yang beredar. Pertemuan saya dengan Saudara Jesayas bukanlah untuk membatalkan aksi demo, melainkan untuk mengingatkan agar aksi tersebut berjalan damai," jelasnya.
Dandim juga menjelaskan bahwa penugasannya saat itu adalah sebagai anggota Pasintel Kodam Jaya yang salah satu tugas utamanya adalah memantau perkembangan sosial kemasyarakatan di Ibukota dan melakukan upaya-upaya agar Jakarta tetap dalam keadaan aman, tertib dan kondusif. "Sebagai Pasintel Kodam Jaya, tugas saya adalah menjaga kondusifitas Ibukota. Saya tidak ingin ada kericuhan, anarkisme, atau hal-hal yang merugikan masyarakat."
Baca Juga:
Lebih lanjut, Nelson menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perusahaan Surya Dumai Group atau perusahaan manapun, apalagi menjadi backing mereka. "Saya tidak kenal, tidak terhubung, dan tidak punya kepentingan dengan perusahaan itu. Kehadiran saya dalam pertemuan murni karena tugas negara, bukan karena permintaan pihak manapun," tegasnya.
Mendengar penjelasan tersebut, Wilson Lalengke menyampaikan apresiasi atas keterbukaan sang Dandim. "Kami berterima kasih atas kedatangan Kolonel Nelson dan penjelasan yang disampaikan. Klarifikasi ini sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terjebak dalam dugaan-dugaan yang belum tentu benar," kata alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.
Wilson Lalengke kemudian menambahkan bahwa pihaknya akan menjadikan klarifikasi ini sebagai bahan publikasi lanjutan. "PPWI berkewajiban menyampaikan informasi yang seimbang. Dengan adanya penjelasan langsung dari pihak yang diberitakan, masyarakat bisa menilai secara objektif," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wilson Lalengke juga menyampaikan harapan agar TNI senantiasa berdiri bersama rakyat dalam menghadapi persoalan bangsa, khususnya terkait isu lingkungan. "Tugas negara yang diembankan kepada TNI adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," ujarnya penuh semangat sambil menambahkan agar setiap anggota TNI mewujudkan tugas itu dengan bergandengan tangan bersama rakyat, baik dengan wartawan, ormas, maupun dengan LSM dan komponen bangsa lainnya, menyelamatkan hutan dari penjarahan para perusak lingkungan dan perampok uang rakyat.
Tokoh pers nasional itu menekankan bahwa peran TNI tidak hanya sebatas menjaga keamanan fisik, tetapi juga ikut serta dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. "Ketika TNI berdiri bersama masyarakat, maka kekuatan moral dan sosial bangsa akan semakin kokoh," tambahnya.
Pertemuan antara Nelson Marpaung dan Ketum PPWI menjadi contoh bagaimana komunikasi yang terbuka dapat meredakan ketegangan. Nelson sendiri mengakui pentingnya dialog dengan media. "Saya menghargai peran wartawan dan organisasi seperti PPWI. Media adalah mitra strategis dalam menjaga demokrasi. Klarifikasi ini saya lakukan agar tidak ada kesalahpahaman yang bisa merusak kepercayaan publik," jelas Dandim 0505/Jakarta Timur itu.
Wilson Lalengke pun menegaskan kembali komitmen PPWI untuk menjaga integritas pemberitaan. "Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan oleh informasi yang tidak lengkap. Dengan adanya klarifikasi ini, kami berharap masyarakat bisa melihat gambaran yang lebih jelas atas permasalah yang muncul di pemberitaan," katanya.
Kunjungan silahturahmi Dandim Nelson Marpaung ke Sekretariat PPWI pada 31 Januari 2026 menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara TNI dan media. Klarifikasi yang disampaikan menegaskan bahwa tugas seorang prajurit adalah menjaga ketertiban dan keamanan, bukan membela kepentingan perusahaan tertentu.
Sementara itu, Wilson Lalengke mengingatkan bahwa perjuangan melawan perusakan lingkungan dan pengemplangan uang rakyat harus dilakukan bersama-sama. "Mari kita bergandengan tangan, TNI dan masyarakat, untuk menyelamatkan hutan dan menjaga masa depan bangsa," pungkas aktivis HAM internasional ini.
Pertemuan ini menutup ruang bagi kesalahpahaman sekaligus membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat antara aparat negara dan masyarakat sipil. Dengan komunikasi yang jujur dan terbuka, demokrasi Indonesia akan semakin kuat, dan kepercayaan publik terhadap institusi negara maupun media dapat terus terjaga. (TIM/Red)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Seteru antara Suparman dengan Iwan Pansa yang terjadi beberapa waktu lalu kian memanas. Kedua pihak saling lapor
Hukrim
Polsek Kandis Dukung Ketahanan Pangan, Lahan Jagung 15 Hektare Disiapkan dan Tanaman Tumpang Sari Terus Dipantau
TNI/Polri
kabarmelayu.com,KAMPAR Pengerjaan bangunan Balai Adat Persukuan Melayu Dt Majolelo Pulau Belimbing Kenegerian Kuok Kecamatan Kuok, telah s
Budaya
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi Riau menyesuaikan pelaksanaan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kebijakan yang diteta
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dalam penyembelihan hewan kurban, ada aturan rinci yang harus dipenuhi agar ibadah berjalan sah dan sesuai syari
Muslim
kabarmelayu.com,KAMPAR Kesebelasan UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, kembali menunjukkan taring pada MAN Cup XV
Pendidikan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pembunuhan Sopir Ekspedisi di Pekanbaru
Hukrim
Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti, Cek Ketahanan Pangan
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kasus penemuan jasad seorang sopir ekspedisi berinisial HS di dalam mobil box dalam kondisi tak wajar, akhirnya
Hukrim
Royal Enfield Indonesia kembali mempertegas eksistensinya di segmen motor modern klasik premium melalui peluncur
Ekbis