Selasa, 28 April 2026 WIB

DLHK Pekanbaru Olah Sampah dan Tembakau Menjadi Kompos Bernilai

Redaksi - Kamis, 23 April 2026 22:17 WIB
DLHK Pekanbaru Olah Sampah dan Tembakau Menjadi Kompos Bernilai
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho saat pemusnahan barang bukti puluhan juta batang rokok yang dilakukan oleh Kejati, Bea Cukai dan juga pemerintah kota di UPT Pengelolaan Komposting DLHK.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar terus mengoptimalkan pengolahan sampah melalui proses komposting yang terstruktur. Seluruh sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenisnya.

"Sampah nonorganik dipisahkan. Sedangkan sampah organik diolah lebih lanjut melalui proses pencacahan," kata Kepala UPT TPA Muara Fajar sekaligus Unit Pengelolaan Komposting Hutan Kota Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Adrianus Manik, Kamis (23/4/2026).

Setelah dicacah, material organik dimasukkan ke dalam bak penampungan. Kemudian, material organik disiram menggunakan larutan molase yang telah diaktifkan.

Baca Juga:

"Proses penyiraman dilakukan setiap hari, disertai pembalikan material setiap tiga hari untuk mempercepat proses dekomposisi," jelas Manik.

Dalam kurun waktu sekitar dua pekan, bahan kompos kemudian dijemur hingga kering. Setelah itu, dilakukan pengayakan untuk menghasilkan kompos siap pakai.

Baca Juga:

"Selain kompos padat, kami juga menghasilkan pupuk cair yang berasal dari air lindi selama proses pengolahan berlangsung," ungkap Manik.

Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan kompos secara keseluruhan berkisar satu bulan. Hal ini mengingat sebagian proses masih dilakukan secara manual.

"Dari total bahan baku yang diolah, hasil kompos umumnya mencapai sekitar 10 hingga 20 persen dari volume awal," ujar Manik.

Terkait pengolahan tembakau dari rokok ilegal, metode yang digunakan sama dengan pengolahan sampah organik lainnya. Meski belum melalui uji laboratorium secara menyeluruh, hasil kompos dari tembakau tersebut telah diaplikasikan dan menunjukkan kualitas yang baik.

"Hasilnya cukup bagus dan dapat digunakan sebagaimana kompos organik pada umumnya," tutupnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan
Apel Kesiapsiagaan Karhutla Bersama Menteri LHK, Wawako Markarius Anwar Imbau Warga Waspada El Nino Ekstrem
PAD Pekanbaru Tembus Rp1,2 Triliun
PAD Naik Signifikan, Wako Agung: Masyarakat Pekanbaru Rasakan Manfaat Pajak
DP3APM Kota Pekanbaru Gagas Hotel Ramah Anak
Wako Agung Nugroho Lantik 29 Pejabat Eselon II, III dan IV
komentar
beritaTerbaru