Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Pemerintahan
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Berdalih untuk menyicil utang kepada pihak ketiga, pemerintah provinsi (pemprov) Riau, nekad melakukan rasionalisasi anggaran APBD murni 2017 dari puluhan satker atau OPD sebesar 20 hingga 30 persen di lingkungan pemerintah daerah tersebut yang diduga tanpa melewati proses pembahasan Banggar dan TPAD sebelum RAPBD disahkan pada tahun 2016 lalu.
Informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, pemotongan anggaran tersebut, dilakukan tim TPAD pemrov Riau, atas usulan Gubernur Riau yang saat ini dipimpin Arsyadjuliandi Rachman. Akibatnya, sejumlah program kegiatan yang sedang berjalan ditiap satker lingkungan pemrov riau, harus tertunda dampak kebijakan R1 yang tak populer tersebut.
Terkait hal itu, Ade Hartati Rahmat selaku anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN menyebutkan kepada media bahwa rasionalisasi anggaran versi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dinilai membuat kekacauan dalam pelaksanaan program pembangunan di negeri julukan Bumi Lancang Kuning ini. Pasalnya, rasionalisasi anggaran tersebut, dipangkas saat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni sedang berjalan.
Baca Juga:
"Saya kaget dengan adanya rasionalisasi anggaran yang dilakukan gubernur ini. Rasionalisasi ini, sama saja dengan kecelakaan perencanaan di rezim ini," ujar Ade Hartati Rahmat pada awak media, Jumat 28 Juli 17 seraya menyebutkan kebijakan Andi Rachman ini dilakukan sepihak tanpa melalui proses di legislatif.
Menurut Ade, jika alasan gubernur melakukan rasionalisasi karena adanya pembayaran utang kepada pihak ketiga, seharusnya hal ini dibicarakan saat pembahasan RAPBD Riau tahun 2017, antara Banggar DPRD Riau dengan TAPD Provinsi Riau.
Baca Juga:
"Ini jelas bahwa rasionalisasi akan membuat program yang sudah direncanakan, tidak bisa dijalankan. Sudah direncakan, tapi di tengah jalan baru disebut akan membayar hutang," jelasnya.
Hal senada juga dikatakan Aherson, anggota DPRD Riau dari Fraksi Demokrat. Ia menyebutan bahwa rasionalisasi anggaran di Dinas Pendidikan Provinsi Riau misalnya, mencapai Rp190 miliar dan rencananya akan digunakan untuk membayar hutang.
"Alurnya kan seperti ini, begitu adanya rasionalisasi anggaran, otomatis di APBD Murni anggaran itu tidak bisa dilaksanakan. Ujung-ujungnya akan menjadi SiLPA di Perubahan, Nah SiLPA inilah yang akan diharapkan menjadi pembayar hutang," ulasnya.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Rachmat Rahim, ST, MT saat dikontak lewat ponselnya, Sabtu 29 Juli 2017 petang, sedang tidak aktif. Sehingga tidak bisa memberikan penjelasan terkait rasionalisasi tersebut. Pesan pendek pertanyaan juga tak kunjung berbalas.
Sebelumnya, Kepala BPKAD Riau, Indrawati Nasution pernah menyebutkan kepada oketimes.com, bahwa persoalan rasionalisai anggaran yang dilakukan pihaknya, sebelumnya sudah pernah dibahas oleh tim Banggar DPRD dan TPAD pemrov Riau. Hanya saja terkait besaran rasionalisasi anggaran yang akan dilakukan pihaknya masih belum final.
Sehingga lanjut indrawati, bahwa rasionalisasi tersebut akan tetap dilakukan dan dibahas oleh satker dengan pihak Bappeda Riau. " Kalau soal besaran rasionalisasi yang dibebankan kepada satker, saya tidak tahu soal itu. Baiknya tanya saja Bappeda Riau," sarannya. (ars)
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langkah inovatif Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang yang memberdayakan para kader Tim Penggerak Pemberdayaan
Pemerintahan
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hanya selang beberapa hari setelah kejadian yang menewaskan 5 korban, kecelakaan maut kembali terjadi di ruas To
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekanbaru menyatakan komitmen penuh dampingi Pe
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Hendry Munief MBA meminta para kepala daerah di Provinsi Riau dapat me
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Program Satu ASN Satu RW bertujuan memperkuat pendataan warga. Program ini bertujuan mendukung penyaluran bantua
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga Bandung yang dilaporkan tenggelam di Sungai Ka
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini 1 (PD 1) tsunami pagi ini untuk
Lingkungan
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini