Senin, 17 Agustus 2026 WIB

10 Permohonan Perizinan Perkebunan Terganjal RTRW

Harijal - Rabu, 07 September 2016 02:49 WIB
10 Permohonan Perizinan Perkebunan Terganjal RTRW
humas riau
Gubri, Kapolda, Sekda Prov Riau Dampingi Menpan RB RI Kunjungan Ke LPSE Di Kantor Gubernur, Rabu (7/9).

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Sepanjang 2016 ini, ada sebanyak 7.617 permohonan perizinan diterima BP2T Riau, 10 diantaranya permohonan perizinan perkebunan yang tidak bisa diproses karena terganjal Rencama Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau yang hingga kini belum selesai.

Menanggapi hal itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokasi (Menpan-RB) meminta pemohonan perizinan untuk bersabar karena untuk menyelesaikan RTRW memerlukan waktu yang lama agar kesalahan sebelumnya tidak terjadi lagi.

"Jadi, kalau masalah RTRW kaitannya dengan pemerintah pusat. Tentu ini perlu waktu supaya kesalahan-kesalahan masa lalu tidak terjadi lagi," katanya, Rabu (7/9).

Baca Juga:

Kemudian, Asman Abnur yang perdana mengunjungi Riau itu mengerti dengan prinsip kehati-hatian menjadi pegangan pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah (Pemda). Asalkan, prinsip ini jangan sampai menghalang-halangi proses pengerjaan RTRW itu sendiri.

"Hati-hati penting tapi tidak perlu dihalang-halangi," ujarnya.

Baca Juga:

Seperti diketahui, Asman Abnur tiba di Bumi Melayu Lancang Kuning dengan ditemani Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman meninjau pelayanan publik berbasis teknologi yang dimiliki oleh Pemprov Riau. Mulai dari Lembaga Pelelangan Secara Elektronik (LPSE), Unit Pelayanan Pengadaan (ULP), Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BP2T), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau.(dea)

SHARE:
beritaTerkait
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau Musnahkan 525 Rakit
Kecanduan Judi Online, Anak Gelapkan Duit Orang Tua Rp125 Juta
Perdana di Sumatera, Faster Battery Rangkul Ratusan Pelanggan dalam Customer Gathering di Pekanbaru
Laporan Pembobolan Kamar Diduga Mandek di Polsek Batang Gansal
Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi
Arifa Rahma Maulydha, Anak Petani Inhil yang Akan Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara
komentar
beritaTerbaru