Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Pj Bupati Bengkalis Canangkan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan

Harijal - Rabu, 04 November 2015 19:47 WIB
Pj Bupati Bengkalis Canangkan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan
rec
Pj Bupati Bengkalis memukul gong pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan.

Kabar Melayu (DURI) - Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan kemampuan produksi, menyebabkan tingginya beban pembangunan yang berkaitan dengan penyediaan pangan, sandang dan papan serta kebutuhan pokok lainnya. Karenanya, setiap orang punya tanggung jawab untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk melalui program keluarga keluarga berencana (KB).

Hal tersebutdisampaikan Penjabat Bupati Bengkalis H. Ahmad Syah Harrofie, Selasa (3/11/2015) saat pencanangan kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2015 di kampus Akademi Kebidanan Petro Mandau Husada, Desa Air Kulim, Kecamatan Mandau, Duri. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau ini mengajak mengajak pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program KB. Dengan mengikuti program ini bisa mewujudkan kesejahteraan keluarga. 

Baca Juga:

"Sebagai salah satu upaya dalam mempersiapkan masa depan anak-anak, sehingga lebih cerah. Bukan hanya kaum ibu, tetepi juga bapak-bapak. Sesuai slogan KB Dua Anak Lebih Baik," kata Ahmad Syah Harrofie. 

Dengan dua anak, orang tua akan lebih mudah mengurus dan membahagiakannya serta mempersiapkan masa depan mereka.

Baca Juga:

mengikuti program KB juga memberi banyak manfaat. Seperti menjamin kesehatan ibu, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan keharmonisan keluarga dapat ditingkatkan. Kemudian akan mengurangi kebutuhan keluarga dan memberikan akses yang lebih luas pada sebuah keluarga untuk meningkatkan penghasilan.

"Logikanya sangat sederhana. Dengan ber-KB, maka jumlah anak akan lebih sedikit, sehingga kebutuhan hidup sehari-hari, biaya kesehatan dan pendidikan anak serta kebutuhan lainnya dapat ditekan seminimal mungkin," katanya.

Dari aspek sosial, memberikan banyak kesempatan bagi seorang ibu untuk bermasyarakat. Mengikuti program KB tidak hanya memberikan solusi untuk membangun keluarga kecil mandiri, tetapi juga keluarga yang memiliki ketahanan yang tinggi sehingga harmonisasinya dapat lebih terjaga.

Masih kata Pj Bupati, ber-KB juga dapat menekan angka kematian ibu melahirkan. Sebab kasus ibu bisa terjadi karena oleh faktor terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat jarak dan terlalu sering melahirkan. Untuk mengurangi resiko angka kematian ibu, dia menghimbau kepada ibu-ibu agar merencanakan dan mengatur jarak kelahiran.

"Salah satu solusinya melalui ikut program KB. Dengan ber-KB setiap PUS bisa memilih menunda, menjarangkan atau membatasi jumlah kelahiran. Di samping itu, program KB memberikan perlindungan kesehatan reproduksi, perlindungan hak ibu dan anak serta menghindari kehamilan yang tidak diinginkan," terang Ahmad Syah.

Pencanangan kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2015 ditandai dengan pemukulan gong oleh Pj Bupati. Selain kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, H. Mustafa, hadir juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak TP-PKK Kabupaten Bengkalis, Hj. Embung Megasari Zam.

Kemudian, Plt camat Mandau Sapon, Penjabat Kepala Desa Air Kulim Amrillazi dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau H Indrawarman serta sejumlah kepada Dinas/Badan dan Camat se-Kabupaten Bengkalis.(rec)

SHARE:
beritaTerkait
Unik, Serombongan Debt Collector di Pekanbaru Bawa Bunga dan Berjoget
Akhyar Ilyas Tukangi PSPS Pekanbaru
Buka Muskab Korpri Inhil, Bupati Herman Tekankan Penerapan Manajemen Talenta
LPS Diharapkan Buat Terobosan Baru dalam Pengelolaan Sampah
LAMR Minta Masalah TKD Segera Dituntaskan
Jelang Penetapan RAPBN 2027, Hendry Munief Sinkronisasi Program dengan Dispar dan Disperindag Riau
komentar
beritaTerbaru