Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Simak! Ini kata Gubri Terkait Sekolah Tatap Muka Terbatas

Harijal - Kamis, 09 September 2021 20:00 WIB
Simak! Ini kata Gubri Terkait Sekolah Tatap Muka Terbatas
istimewa

PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar, mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah yang ada di Kabupaten Kota, untuk tetap mematuhi aturan surat keputusan 4 Menteri terkait pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Terbatas (STMT) yang sudah mulai dilaksanakan 8 September.

Setelah dua hari pelaksanaan STMT, belum ada laporan dari sekolah terhadap terjadinya kasus COVID-19 disekolah. Sementara, Riau masih berada di level PPKM level 3. Kegiatan pembelajaran di seluruh sekolah diwajibkan menjalankan aturan mematuhi protokol kesehatan COVID-19. 

“Jadi artinya, kita memang harus waspada, bahwa sekolah tatap muka ini belum bisa maksimal tapi masih terbatas, sehingga kita lihat perkembangannya tidak ada yang positif,” ujar Gubri, Kamis (9/9).

Baca Juga:

Dijelaskan Gubri, setelah diberlakukan STMT, tidak ada pemaksaan bagi orangtua agar anaknya masuk sekolah langsung tatap muka.Hal itu lantaran adanya aturan dari Kementrian.

Siswa boleh tidak datang masuk sekolah dengan alasan sakit atau yang bisa menyebabkan penularan kasus COVID-19. Namun, siswa tersebut harus mengikuti sekolah dari rumah, dengan sistem daring.

Baca Juga:

“Menurut aturannya dari Kementerian Pendidikan, memang bagi anak yang mau sekolah belajar tatap muka, itu harus ada pernyataan orangtuanya. Kalau ada orangtunya keberatan anaknya tidak sekolah tatap muka, tidak masalah boleh sekolah dirumah,” kata Gubri. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
komentar
beritaTerbaru