Selasa, 25 Agustus 2026 WIB

Beasiswa Tahun Ini Ditiadakan, Ribuan Mahasiswa Siak 'Gigit Jari'

Harijal - Rabu, 28 Desember 2016 13:17 WIB
Beasiswa Tahun Ini Ditiadakan, Ribuan Mahasiswa Siak 'Gigit Jari'
goriau.com
Dewi, salah seorang mahasiswi yang menerima beasiswa tahun 2015 lalu. Tahun 2016 ini, Pemkab Siak meniadakan beasiswa karena rasionalisasi anggaran.

SIAK SRI INDRAPURA, - Ribuan mahasiswa asal Kabupaten Siak yang biasa menerima beasiswa setiap tahun dari pemerintah daerah, terpaksa gigi jari. Pasalnya, akibat rasionalisasi anggaran, dana untuk membantu mahasiswa miskin itu terpaksa ditiadakan untuk tahun 2016 ini.

"Sampai penghujung tahun 2016 ini, tak ada kita dipanggil Bagian Kesra untuk menerima beasiswa bang. Biasanya, bulan Desember ini kita sudah terima, ini udah mau tahun baru tak ada tanda-tandanya," kata Leni, salah seorang mahasiswi UIR Pekanbaru asal Kecamatan Mempura kepada wartawan, Rabu (27/12/2016).

Menanggapi persoalan itu, Kabag Kesra Setdakab Siak Darussalam memastikan terkait penyaluran beasiswa tahun 2016 ini yang ditiadakan. "Tahun 2016 ini, beasiswa untuk masyarakat miskin tak ada, alasannya tak ada dana, kemudian datanya juga tak valid," kata Darussalim menjawab wartawan.

Baca Juga:

Selain anggaran beasiswa yang masuk pos Bantuan Sosial (Bansos), lanjut Darussalim, pihaknya juga menghapus sejumlah anggaran untuk dana hibah, termasuk bantuan untuk yayasan Islamic Center.

"Kalau untuk KNPI, KONI, Karang Taruna, LAM dan lainnya masih dianggarkan, tapi dananya tak seperti tahun lalu, sudah banyak yang dikurangi," jelasnya.

Baca Juga:

Untuk tahun 2015 lalu, Pemkab Siak melalui Bagian Kesra menyalurkan beasiswa kepada 1.390 mahasiswa miskin. Jumlah beasiswa yang diterima bervariasi, dimana untuk Diploma Tiga (D3) Rp1,7 juta per orang, Strata Satu (S1) Rp2 juta per orang, Strata Dua (S2) Rp2,5 juta per orang dan S2 penulisan akhir/tesis sebesar Rp5 juta.

"Untuk tahun depan kita belum dapat memastikan, apakah beasiswa ini ada atau tidak. Kalau ada, nanti kita akan gunakan data BPS sebagai proses awal untuk diverifikasi," pungkasnya.

 

 

(goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
Prabowo Hadir di Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau kecewa
Kualitas Udara di Pekanbaru Tak Sehat, Kurangi Aktivitas Luar Rumah, Gunakan Masker
447 Hotspot Terpantau, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Riau
Tumbangkan Juara Bertahan, Alam Cahyo Juara Pacu Jalur 2026
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan
Kemnaker-JICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
komentar
beritaTerbaru