Senin, 26 Oktober 2026 WIB

Banyak Anak Putus Sekolah, Dampak PHK di Duri Berimbas dengan Pendidikan Anak

Harijal - Kamis, 12 Januari 2017 11:08 WIB
Banyak Anak Putus Sekolah, Dampak PHK di Duri Berimbas dengan Pendidikan Anak
ilustrasi

DURI, kabarmelayu.com - Pendidikan formal anak menjadi terganggu karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) orangtuanya. Selain terancam putus sekolah, anak-anak juga diboyong pulang ke kampung halaman dan melanjutkankan pendidikan di kampung dengan harapan biaya pendidikan bisa lebih murah.

Hal ini terjadi di Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau beberapa bulan terakhir. Tercatat siswa yang mengurus surat pindah sekolah ke luar Kota itu rata-rata 5 orang setiap harinya.

Kepala UPTD Pendidikan Mandau Drs Nasrizal melalui Kabag TU Pendidikan Mandau Samsurizal, M.Si, Selasa (10/1/2017) lalu, membenarkan adanya pindahan sejumlah siswa keluar dari Mandau.

Baca Juga:

"Perharinya ada sekitar 5 siswa yang mengurus pindah keluar Kota dengan alasan orangtua nya pindah tempat tinggal dan kembali ke kampung halaman," katanya kepada wartawan.

Permohonan pindah siswa itu paling dominan ke Sumatra Barat, Sumatera Utara serta pulau Jawa. Tentunya hal ini disebabkan karena ekonomi yang mulai melemah.

Baca Juga:

Dikatakannya pindah keluarnya siswa tersebut penyebab utamanya adalah karena kontrak kerja yang telah habis. Orangtua tidak ada penghasilan lagi untuk membiaya kehidupan serta biaya sekolah anaknya.

Dinas Pendidikan berharap anak yang duduk dibangku kelas 6 SD dan kelas 9 agar dapat menahan diri untuk tidak terburu-buru mengurus kepindahan.

"Sayang kalau harus pindah. Sebab jika sudah mengurus pindah keluar ternyata sekolah yang dituju tidak mau menerima pendidikan anak yang terkendala. Untuk itu agar hal tersebut menjadi pertimbangan bagi orang tua untuk pendidikan anak-anak mereka," harap Samsurizal.

Sementara itu, kondisi ekonomi di Duri terus merosot jauh ke bawah pasca banyaknya PHK yang terjadi pada perusahaan migas yang ada di Kota Duri ini. Bahkan mereka yang terkena PHK juga sudah menjalankan profesi baru sebagai pedagang dan lain sebagainya, namun hasilnya juga tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga banyak yang memutuskan balik ke kampung halaman. (goriau.com)

SHARE:
beritaTerkait
10 Nama Calon Pimpinan Baznas Riau Diserahkan ke Gubernur
Operasi Patuh LK 2026 Dimulai, Ini Sasaran Polresta Pekanbaru
Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya
Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura
komentar
beritaTerbaru