Rabu, 13 Mei 2026 WIB

Digitalisasi Pendidikan, Murid UPT SDN 011 Desa Baru Gunakan IFP untuk Pembelajaran

Redaksi - Rabu, 13 Mei 2026 13:12 WIB
Digitalisasi Pendidikan, Murid UPT SDN 011 Desa Baru Gunakan IFP untuk Pembelajaran
Kepala UPT SDN 011 Desq Baru, Salim, S. Pd melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan IFP di sekolahnya.(Foto: Dok)
kabarmelayu.com,KAMPAR - UPT Sekolah Dasar Negeri (SDan) 011 Desa Baru, saat ini telah menggunakan papan interaktif atau IFP (Interactive Flat Panel) bantuan Kemendikdasmen RI untuk proses pembelajaran. Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan proses transformasi pembelajaran digital.

Kepala UPT SDN 011 Desa Baru, Salim, S. Pd kepada media, Rabu (13/5/2026) menjelaskan, saat ini seluruh rombel di sekolahnya mulai menggunakan IFP secara bergantian.

"Alhamdulillah, saat ini anak-anak bergantian menggunakan IFP di ruang yang disediakan khusus untuk itu. Kami akui, IFP ini sangat besar manfaatnya, sangat membantu," tutur Salim.

Baca Juga:

Di samping bahan ajar yang lebih lengkap dan praktis, para murid juga sangat antusias belajar menggunakan IFP ini. Dengan begitu, para murid juga lebih mudah memahami.

Para guru tinggal menyiapkan bahan ajar, baik itu berbentuk video yang diaplikasikan pada IFP dengan bantuan laptop.

Baca Juga:

Salim mengakui, selama beberapa pekan terakhir dirinya mengikuti pembelajaran menggunakan IFP serta melakukan observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Ternyata hasilnya luar biasa.

"Ada perbedaan yang besar antara pembelajaran menggunakan IFP dengan yang tidak menggunakan. Kualitas pembelajaran dengan IFP tentunya lebih baik," tutur kepala sekolah.

Salim mengatakan, perlunya menambah jumlah IFP yang ada di sekolahnya. Alasannya, dengan jumlah rombel yang banyak, anak-anak harus bergantian dan menunggu lebih lama. Dengan penambahan IFP ini, setiap rombel semestinya dapat lebih sering memanfaatkan IFP yang digunakan secara bergantian.

Paling tidak, UPT SDN 011 Desa Baru idealnya memiliki 6 unit IFP, di mana setiap tingkatan kelas memiliki satu IFP. Oleh karenanya diharapkan Kemendikdasmen dapat menambah bantuan IFP untuk sekolah.

Kepsek Salim mengakui, tidak tertutup kemungkinan jika sekolah dapat menambah IFP ataupun yang kompatibel secara mandiri dan membeli menggunakan dana BOS. Namun untuk itu tentunya perlu menunggu juknisnya.

"Harapan kita, jumlah unit IFP bantuan Kemendikdasmen ini dapat ditambah, sehinngga pembelajaran lebih lancar dan berkualitas dengan IFP ini," tutup Salim mengakhiri.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup Yuliantini Sambut Kunjungan Siswa-Siswi SDN 010 Pengalihan Kecamatan Keritang
Syahrial Abdi: Membangun Riau Tak Cukup dengan Kekayaan Alam
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Terima Aspirasi DPW NasDem Riau, PWI Dorong Penyelesaian Sesuai Mekanisme Pers
Penampakan Harimau Sumatera di Duri Field, BBKSDA Riau Sisir Area PHR
Sebanyak 170 Murid UPT SDN 011 Desa Baru Antusias Ikuti Gladi Bersih TKA
komentar
beritaTerbaru