Kamis, 18 Juni 2026 WIB

Mengenal Binar Bengkalis: Tim KKN-PPM UGM di Kecamatan Bengkalis

Redaksi - Kamis, 18 Juni 2026 15:29 WIB
Mengenal Binar Bengkalis: Tim KKN-PPM UGM di Kecamatan Bengkalis
Foto: Tim KKN-PPM UGM
kabarmelayu.comPEKANBARU - Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) periode kedua di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, pada 22 Juni 2026 hingga 8 Agustus 2026.

Kegiatan KKN-PPMUGM di Kecamatan Bengkalis pada awalnya dirintis pada periode keempat pada tahun 2024. Program KKN-PPM tersebut merupakan program pertama yang dimulai dan diinisiasi sebagai kegiatan KKN-PPM perdana UGM yang berada di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, khususnya di Kecamatan Bantan.

Program ini dimulai dengan pengembangan potensi desa melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan di Kecamatan Bantan. Fokus pada pengelolaan sumber daya alam tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga merupakan identifikasi potensi desa dan masyarakat di Kecamatan Bantan.

Baca Juga:

Pada tahun 2025, keberlanjutan program dilaksanakan melalui kegiatan KKN-PPM di Kecamatan Rupat Utara yang berfokus pada pengembangan ekonomi lokal, pariwisata berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan pesisir.


Baca Juga:

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, konservasi lingkungan pesisir, pengelolaan sampah bernilai ekonomi serta pemanfaatan teknologi digital dan data spasial untuk pemetaan potensi wilayah dan penguatan layanan desa.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat dan mendukung pembangunan wilayah pesisir Kabupaten Bengkalis secara berkelanjutan.

Pada periode kedua pada tahun 2026, kegiatan KKN-PPMUGM di Kecamatan Bengkalis mengusung tema dengan judul "Integrasi Pengembangan Ekonomi Lokal, Pariwisata Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan Pesisir Berbasis Data Spasial dan Teknologi Digital melalui Kolaborasi Masyarakat di Desa Mentayan, Desa Bantan Air dan Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis" yang akan dilaksanakan di tiga desa, yakni di Desa Mentayan, Desa Bantan Air dan Desa Teluk Papal.

Kegiatan KKN-PPM tersebut akan diarahkan pada integrasi pengembangan ekonomi lokal, pariwisata berkelanjutan dan konservasi lingkungan pesisir melalui pemanfaatan data spasial dan teknologi digital.

Pada tahun 2027, program pengabdian masyarakat diarahkan untuk dapat dilanjutkan dan dikembangkan di Kecamatan Bantan sebagai bentuk keberlanjutan dari kegiatan KKN-PPM yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Fokus kegiatan akan diarahkan pada penguatan dan perluasan dampak program yang telah berjalan, khususnya dalam pengembangan ekonomi lokal, pariwisata berkelanjutan dan konservasi lingkungan pesisir berbasis teknologi.


Pengembangan program akan dilakukan melalui pendalaman pemanfaatan data spasial dan teknologi digital, penguatan kelembagaan masyarakat serta peningkatan kemandirian desa dalam mengelola potensi wilayahnya secara berkelanjutan, sehingga Kecamatan Bantan dapat menjadi model pengabdian masyarakat pesisir di Kabupaten Bengkalis.

Keberlanjutan program akan diwujudkan melalui integrasi yang erat antara aspek lingkungan, ekonomi dan sosial. Tahun 2024, kegiatan KKN-PPM dilaksanakan dengan menekankan pada pengelolaan SDA sebagai dasar untuk mendukung pengembangan ekonomi berbasis pariwisata pada tahun 2025, yang kemudian diperkuat dengan penguatan budaya dan kemandirian ekonomi berbasis teknologi pada tahun 2026 serta akan dilanjutkan pada tahun 2027 melalui pengembangan dan pemantapan program agar dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan di Kecamatan Bantan.

Wilayah Kecamatan Bantan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, khususnya di ketiga desa tersebut memiliki karakter geografis, sosial dan ekonomi yang unik serta potensi sumber daya alam yang menjanjikan untuk dikembangkan melalui pendekatan terintegrasi antara ekonomi, pariwisata dan konservasi lingkungan.

Sumber daya alam yang dimiliki oleh ketiga desa tersebut memiliki potensi dalam meningkatkan nilai perekonomian secara umum karena memiliki potensi pemanfaatan pada sektor agrowisata, sumber daya pesisir dan mangrove serta ekonomi lokal berbasis pertanian dan lingkungan.

Potensi tersebut perlu didukung melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola serta pemanfaatan teknologi dan data agar pengelolaannya lebih optimal, berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat dengan berbagai komoditas lokal yang berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pengolahan produk bernilai tambah. Hasil pertanian dan perkebunan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan lokal yang mampu meningkatkan nilai ekonomi, memperkuat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan membuka lapangan pekerjaan.

Di samping itu, sektor perikanan menjadi sumber penghidupan penting masyarakat pesisir dengan hasil tangkapan yang melimpah, yang selama ini diolah menjadi produk ikan kering dan olahan produk lainnya.

Dengan peningkatan kapasitas pengelolaan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, sektor ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai penggerak utama ekonomi lokal berbasis sumber daya pesisir.

Pelaksanaan KKN-PPMUGM di Kecamatan Bantan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kesadaran di bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial ekonomi. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian, kesadaran, dan pengetahuan Masyarakat serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Tim KKN-PPMUGM di Kecamatan Bengkalis dengan nama tim Binar Bengkalis terdiri dari 28 orang mahasiswa dari berbagai fakultas, di antaranya Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Geografi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi. Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN pada tim tersebut, di antaranya Kevin (FEB 2023), Muhammad Haikal Fadly (FEB 2023), Nabila Putri Kusumawardani (FEB 2023), Rifqa Haura Nuzula (Geografi 2023), Muhammad Asyrof Al-Ghifari (FH 2023), Shalfa Yalsah Putri Ressanda (FISIPOL 2023), Farhani Diah Novrilla (FISIPOL 2023), Intan Kirana Maharani (FISIPOL 2023), Hannani 'Iffah Sabrina (FKG 2023), Rizka Aprilia Anggraeni (FKT 2023), Muhammad Hakil Azzam (FKT 2023), Jessi Fitriani (FAPERTA 2023), Anin Dita Rahmadiyanti (FAPERTA 2023), Amelia Tri Utami (FAPERTA 2023), Alfin Dwiputra (FTP 2023), Nurfitri Sukma Dewi Lestari (FTP 2023), Razzaqi Zaidan Athallah (FT 2023), Alfizza Filia Maharani (SV 2023), Maylani Pangestu (SV 2023), Muhammad Afifuddin Noufal (SV 2023), Rafi Mu'afa Hadi (SV 2023), Giantifa Oka Romadhon (SV 2023), Garini Ulima Lkasmihita (SV 2023), Vinto Aderesia Anggari (SV 2023), Mukhlish Sulthon Nashrullah (SV 2023), Fauzia Rahma Dianita (SV 2023), Helmy Rizqi Yanuar (SV 2023) dan Sheira Dwifa Refinda (SV 2023). Tim KKN tersebut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bernama Dr. Iswari Nur Hidayati, S.Si., M.Sc. yang merupakan seorang dosen di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Mengusung slogan "Kisah Menyapa, Potensi Terjaga, Bersama Kita Mengembara!", pelaksanaan KKN-PPMUGM di Kecamatan Bengkalis akan berfokus pada integrasi pengembangan ekonomi lokal, pariwisata berkelanjutan dan konservasi lingkungan pesisir melalui pemanfaatan data spasial dan teknologi digital.

Program tersebut akan dilaksanakan melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, konservasi lingkungan pesisir, pengelolaan sampah bernilai ekonomi serta pemanfaatan teknologi digital dan data spasial untuk pemetaan potensi wilayah dan penguatan layanan desa.

Beberapa program yang akan dilaksanakan oleh timKKN-PPM tersebut, di antaranya terdiri dari Program SHOREGUARD - Monitoring Abrasi dan Konservasi Mangrove, Pengelolaan Limbah dan Pelestarian Lingkungan Desa, SAWAH BERCERITA: Program Pengembangan Kawasan Agrowisata Desa Mentayan Berbasis Revitalisasi Infrastruktur dan Energi Terbarukan, Penguatan Infrastruktur dan Edukasi Wisata Pesisir melalui Perencanaan Terpadu, Teknologi Tepat Guna di Kawasan Pantai Budung, Program Pengembangan Wisata Berbasis Digital, Upaya Peningkatan Efektivitas Kegiatan Ekonomi Lokal, Diversifikasi Produk Olahan Lokal, Optimalisasi Potensi UMKM, Digitalisasi dan Penyusunan Data Spasial Terpadu Desa dan Gempita Festival (Desa Bantan Air).

Pelaksanaan dari KKN-PPMUGM di Kecamatan Bengkalis pada tahun 2026 dirancang melalui tahapan yang terstruktur mulai dari persiapan, perencanaan, implementasi hingga monitoring dan evaluasi, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPMUGM Binar Bengkalis, Shalfa, berharap bahwa program KKN yang dilakukan di Kecamatan Bengkalis ini bisa menjadi sarana pembelajaran dan sarana untuk hidup bersosial bersama dengan masyarakat dan rekan mahasiswa, bukan hanya sebagai sarana pemberdayaan.

Ia juga berharap agar program KKN tersebut bisa membawa dampak positif bagi masyarakat dan dapat menjadi suatu momen yang memiliki makna serta membekas di hati mahasiswa, masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat. Shalfa juga mengharapkan bantuan dan dukungan agar pelaksanaan KKN-PPMUGM di Kecamatan Bengkalis bisa berjalan dengan sukses.

Kegiatan KKN-PPMUGM di Kecamatan Bengkalis tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dari SDGs, di antaranya tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan, kota dan permukiman yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan dan ekosistem daratan.

Kegiatan KKN-PPM tersebut juga didukung oleh beberapa pihak, di antaranya PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda), Yayasan Pendidikan Islam Al-Amin Modern Bengkalis, Pepsodent, Rexona, PastiAdaBus.id dan Pacific Paint.(*)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
URC TIM RAGA Satreskrim Polres Rohil Bongkar Sindikat Pencurian Hiolo Antar Kabupaten, Empat Tersangka Diamankan
Kebebasan Pers Terancam, PPWI Soroti Sikap Reaktif Oknum LMPI dalam Skandal SMPN 2 Sindangagung
Tim RAGA Polda Riau Perkuat Pengawasan Jalanan dan Area Publik
Setahun Perjuangan, LAMR dan Sejumlah Elemen Kembali Satukan Langkah Wujudkan DIR
Perjuangan DIR Berlanjut
Suparman Tantang Iwan Pansa Duel di Hadapan Lembaga Adat
komentar
beritaTerbaru
LY Jadi Tersangka Pemerasan

LY Jadi Tersangka Pemerasan

kabarmelayu.com,PEKANBARU Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru mengamankan dan menetapkan seorang oknum ketua organisas

Hukrim