Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
PANDEGLANG - Kala Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi pada Jumat (10/4), warga di sekitar pesisir panik dan langsung mengungsi ke hunian sementara (huntara) yang pernah digunakan saat tsunami pada 2018 lalu.
Membawa barang seadanya, masyarakat di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang yang berdekatan dengan pantai berkumpul di tanah lapang. Mereka berjaga-jaga mengantisipasi hal yang tak diinginkan seperti tsunami 2018 lalu.
"Pada panik. Alhamdulillah masih aman," kata Ketua Pokdarwis Ujung Kulon, Hudan Zul, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (11/4).
Baca Juga:
Masyarakat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, juga mengaku sempat mengungsi ke huntara yang berada di ketinggian. Meski khawatir, mereka bersyukur hingga kini tidak terjadi musibah apa pun.
"Ya yang ngungsi mah banyak, ngisi Huntara, kan banyak yang kosong," kata Dandy, pemuda dari Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (11/4).
Baca Juga:
Namun sementara itu, warga di Kabupaten Serang yang berada di pesisir dan berdekatan dengan GAK mengaku kondisi saat ini normal dan kondusif.
Warga di daerah yang pernah terdampak tsunami Selat Sunda itu mengaku tidak mendengar suara dentuman saat gunung berapi di tengah perairan Selat Sunda itu meletus.
"Kondisi kondusif. Enggak ada suara dentuman. Salah itu mah semalem juga bukan Krakatau," kata Ketua Balawista Kabupaten Serang, Dede Sulaiman, yang berjaga saat GAK meletus.
Pihak kepolisian bersama TNI dan BPBD di Kabupaten Pandeglang pun sudah patroli di pesisir pantai dan menenangkan masyarakat yang panik. Personel gabungan itu setidaknya berkeliling ke Carita, Labuan, Panimbang, Cigeulis, hingga Sumur.
Saat GAK sudah tidak lagi memuntahkan material vulkaniknya dan dianggap aman, masyarakat yang tadinya berkumpul di tanah lapang, pinggir jalan, dan ruang terbuka lainnya diimbau untuk kembali ke rumahnya.
Meski demikian, petugas gabungan terus bersiaga di sepanjang pesisir pantai hingga perkampungan warga.
"Bahwa letusan yang terjadi semalam relatif aman dibandingkan letusan sebelum tsunami pada Desember 2018. Karena sebelum tsunami, letusannya lebih terasa. Namun karena pernah terjadi tsunami, sehingga masyarakat lebih sensitif bila mendengar erupsi atau letusan letusan," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri
kabarmelayu.com,YOGYAKARTA Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), me
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SUMUT Ratusan anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur didampingi Tim Pengacara, LSM Penjara Rohul, dan Ketua Adat men
Peristiwa
kabarmelayu.com, PEKANBARU Upaya menjaga kesehatan masyarakat terus dilakukan di tengah kondisi udara Kota Pekanbaru yang terdampak kabut
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata dalam mewujudkan Zero Stunt
Sosial
kabarmelayu.com,TEMBILAHAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membakar lahan gambu
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan peninjauan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di K
Hukrim