Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Awan Bak Tsunami Muncul di Aceh, BMKG Imbau Warga Waspada

Harijal - Senin, 10 Agustus 2020 14:50 WIB
Awan Bak Tsunami Muncul di Aceh, BMKG Imbau Warga Waspada
(iStockphoto/Jurkos)
Foto ilustrasi awan arcus.

BANDA ACEH - Fenomena awan hitam yang berbentuk gelombang tsunami sempat membuat warga di kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya khawatir. Kemunculan awan itu diketahui sejak Senin (10/8) pagi.

Awan raksasa itu juga sempat diabadikan oleh sejumlah warga dan diunggah di media sosial.

"Mohon doanya Kota Meulaboh baik2 saja. Pemandangan awan pagi ini di atas kota Meulaboh, Aceh Barat," demikian tulis pengguna twitter, Arief Arbianto
@masawep.

Baca Juga:

"Fenomena alam penampakan awan badai menyerupai gelombang tsunami raksasa di Meulaboh Aceh Barat. Semoga kita semua dalam lindungan Allah azza wa jala (Aamiin Allahuma Aamiin)," kata pengguna twitter yang lain, aull,  @rchmwtiaul

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh, Zakaria, menjelaskan awan yang berbentuk seperti gelombang yang menggulung itu adalah awan Arcus.

Baca Juga:

Zakaria bilang awan itu memang berbentuk gulungan ombak dan bagian dari awan Cumulonibus.

"Awan yang berbentuk seperti ombak yang menggulung namanya awan Arcus atau disebut juga awan Tsunami. Awan ini merupakan bagian dari awan CB (Cumulonimbus)," kata Zakaria saat dikonfirmasi, Senin (10/8).

Zakaria menjelaskan, awan raksasa itu merupakan awan rendah dan biasanya berada pada satu level. Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat disertai kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es.

"Awan ini biasanya terjadi di daerah yang tidak begitu luas sehingga tidak dapat dipantau oleh satelit," kata Zakaria.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tak panik dengan fenomena awan Arcus. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Kemudian nelayan untuk tidak melaut sementara waktu, hingga awan tersebut hilang.

"Bila terlihat awan itu agar cepat-cepat mencari perlindungan, jangan bertahan di lapangan terbuka dan bagi nelayan agar segera berlabuh ke darat," katanya. 

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Tata Kelola Agribisnis Sawit dan Mitigasi Tipikor, Law Firm Citra Hukum Keadilan Resmi Buka Kantor Perwakilan di Riau
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
komentar
beritaTerbaru