Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Ribuan Massa di Rohul Gelar Aksi Tolak Omnibus Law

Harijal - Kamis, 08 Oktober 2020 19:02 WIB
Ribuan Massa di Rohul Gelar Aksi Tolak Omnibus Law
ded/re

ROHUL, kabarmelayu.com - Ribuan massa yang tergabungan kemahasiswaan PMII, HMI, SAPMA PP, Himarohu, Presma UPP, KMK UPP, IPNU Rohul, IMR UIR dan IMR UIN menggelar aksi menolak UU Omnibuslaw, Kamis (08/10/2020).

Kegiatan unjuk rasa dilaksanakan di depan Kantor DPRD Rohul yang berada di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu.

Para mahasiswa bergantian memberikan orasi penolakan UU Omnibuslaw yang disahkan DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu itu.

Baca Juga:

Dalam orasinya, mahasiswa menilai Undang-undang Cipta Kerja menunjukkan keberpihakan DPR terhadap konglomerat dan asing serta tidak mencerminkan keperpihakan terhadap rakyat kecil dan buruh.

Setelah dilakukan bernegosiasi, Ketua DPRD Rohul dan Polres Rohul, para pengunjuk rasa diperkenankan masuk dan berorasi di halaman parkir Kantor DPRD Rohul. Massa pun mulai menyampaikan orasi kembali sambil membakar ban bekas.

Baca Juga:

Setelah berorasi, sekitar pukul 15.30 wib massa aksi kemudian meminta untuk masuk ke Gedung DPRD Rohul.

Dikarenakan terbatasnya kapasitas ruangan paripurna, Ketua DPRD Rohul meminta hanya perwakilan saja masuk ke Gedung DPRD Rohul dan diterima oleh ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra.

"Kita terima aspirasi dari kawan-kawan mahasiswa dan kami akan menyampaikan aspirasi kawan-kawan ke DPR RI," ucap Novliwanda.

Setelah diterima Ketua DPRD Rohul massa akhirnya membubarkan diri.(ded)

SHARE:
beritaTerkait
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
komentar
beritaTerbaru