Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Kebakaran Landa SMPN 1 Rambah

Harijal - Minggu, 18 Oktober 2020 19:42 WIB
Kebakaran Landa SMPN 1 Rambah

ROHUL, kabarmelayu.com - Kebakaran melanda gedung sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 1 Rambah yang berada di jalan Hang Tuah Dusun Wonosri Barat Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Minggu (18/10/2020) pagi sekitar pukul 03.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, hampir seluruh ruangan hangus dilalap si jago merah.

Upaya pemadaman dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI POLRI Damkar Rohul, BPBD Rohul dan warga setempat.

Baca Juga:

Dengan mengerahkan 3 unit truk Damkar Pemkab Rohul, 1 Unit truk Damkar Kecamatan Ujung Batu, 1 unit truk BPBD, dan 1 unit truk Water Canon Polres Rohul api dapat dipadamkan

Diungkapkan, Kepala SMPN 1 Rambah, Yelleson Suryadi,  13 ruangan hangus terbakar, yaitu 6 ruangan kelas belajar, 1 ruangan BP, 1 ruangan guru, 1 ruangan Sarana Prasarana, 1 ruangan UKS dan PMR, 1 ruangan Koperasi, 1 ruang ganti baju atau serba guna, serta 1 ruangan Laboratorium IPA.

Baca Juga:

“13 ruangan yang ada di bagian tengah areal SMPN 1 Rambah, 3 ruangan diantaranya merupakan bangunan baru, dan 10 ruangan lagi bangunan lama yang sudah pernah direhabilitasi," sebut Yelleson.

Lanjut dia, tidak ada satupun barang, berkas atau dokumen yang sempat diselamatkan saat terjadi kebakaran. Api begitu cepat menjalar dari bangunan satu ke bangunan lainnya.

"Penyebab kebakaran belum diketahui. Kita belum bisa menaksir berapa kerugian," imbuh Yelleson Suryadi.(ded)

SHARE:
beritaTerkait
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
komentar
beritaTerbaru