Minggu, 03 Mei 2026 WIB

6 Anggota FPI Tewas Ditembak, Jenderal Gatot: Brutal dan Kejam

Harijal - Selasa, 08 Desember 2020 22:26 WIB
6 Anggota FPI Tewas Ditembak, Jenderal Gatot: Brutal dan Kejam
Photo : Repro video.
Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo

JAKARTA - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmatyo, memberikan respons atas penembakan terhadap 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh polisi di Tol Cikampek, Senin dini hari, 7 Desember 2020. Gatot menilai penembakan yang dilakukan polisi sangat tidak manusiawi.

"KAMI memprotes keras atas tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab di Jalan Tol Cikampek. Tindakan tersebut adalah teror brutal dan perbuatan kejam," kata Gatot dalam keterangannya, Selasa, 8 Desember 2020.

Menurut Gatot, tindakan tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak Pancasilais yakni orang yang tidak berketuhanan yang maha esa dan berperikemanusiaan yang adil dan beradab. Sebab, kata Gatot, aksi yang dilakukan tersebut dapat dikatakan tidak berperikemanusiaan.

Baca Juga:

"KAMI mendesak Presiden Joko Widodo membentuk tim independen pencari fakta untuk mengusut peristiwa tersebut secara obyektif, imparsial, dan transparan, guna menyingkap pelaku dan pemberi perintah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa," ujar Gatot.

Dalam menyikapi peristiwa ini, kata Gatot, Presiden Joko Widodo harus mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat. Karena peristiwa ini bisa saja masuk dalam pelanggaran HAM berat.

Baca Juga:

"KAMI mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun pimpinan Polri, yang patut diduga terlibat atau tidak mencegah tindakan pelanggaran hukum dan HAM berat itu," ujar Gatot.

Mantan Panglima TNI itu juga meminta masyarakat untuk bersatu. Jangan sampai ketidakadilan ada di Indonesia.

"KAMI menyerukan Rakyat Pancasilais sejati untuk bersatu padu menghentikan Indonesia meluncur menjadi negara kekerasan dan anti-demokrasi," ujarnya.

(sumber: viva.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
komentar
beritaTerbaru