Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Kak Seto Cek Psikologi 12 Anak yang Ikut Rombongan Tol Rizieq

Harijal - Rabu, 16 Desember 2020 22:06 WIB
Kak Seto Cek Psikologi 12 Anak yang Ikut Rombongan Tol Rizieq
(Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Kak Seto memantau kondisi anak-cucu Rizieq Shihab.

JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi alias Kak Seto mengunjungi kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk memantau kondisi anak-anak yang ikut dalam rombongan yang mengalami insiden penembakan di Tol Cikampek.

Diketahui, enam anggota Laskar FPI ditembak mati polisi di Tol Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari. Saat itu, mereka tengah mengawal rombongan Rizieq Shihab.

Dikutip dari kanal YouTube Front TV, tampak Kak Seto dan rombongan LPAI turun dari mobil di depan rumah di Jl. Petamburan III, Jakarta Pusat, disambut oleh perwakilan keluarga, Hanif Al Athos. Kak Seto pun masuk dan duduk di ruang keluarga bersama sejumlah anak dan cucu keluarga Rizieq Shihab.

Baca Juga:

"Kami sempat terkejut mendengar berita ini dimana suasana yang penuh keriuhan di KM 50 ternyata ada anak-anak dan bayi kalau enggak salah 12 anak dan bayi. Kami merasa terpanggil untuk melihat kondisi dari anak-anak, bagaimana keadaannya," tutur dia dilansir cnnindonesia.com, Rabu (16/12/2020).

Kak Seto menyebut kerap kali ada trauma dari anak pasca-insiden meski awalnya tak kasat mata. Hal inilah yang hendak dicegah pihaknya lewat pemantauan yang kemungkinan dilakukan beberapa kali.

Baca Juga:

"Sering terjadi pengalaman traumatik yang tertunda. Jadi saat itu mungkin kelihatan biasa, tapi beberapa saat kemudian baru muncul. Kami akan pantau saja trauma psikis ini karena bagaimana juga kami hanya berfokus pada anak," urainya.

"Mungkin beberapa kali juga kami akan lihat kembali," tambah Seto.

Hanif, yang merupakan menantu dari Rizieq, menjelaskan bahwa pada saat insiden ada sejumlah anak di beberapa mobil terpisah dalam satu rombongan.

Misalnya, di mobil Rizieq, ada putri Rizieq yang keenam (16) dan ketujuh (14) serta dua anak lainnya. Di mobil Haji Hakim, lanjutnya, ada putranya yang berusia 12 tahun dan putrinya berusia 16 dan 6 tahun.

Di mobil dia sendiri, ungkapnya, ada anaknya yang juga cucu Rizieq yang paling besar. Selain itu, di mobil Habib Alwi ada dua anak kembarnya.

"Sisanya mobil laskar," imbuh Hanif.

Ia mengungkapkan pada saat insiden itu rombongan hendak menuju tempat peristirahatan.

"Namanya mau jalan keluarga, beliau (Rizieq) kan mau istriahat ya, bawa anak cucu semua, bahkan sampai kerabat ikut menemani, sahabat beliau pun dibawa [beserta] anak-anaknya. Karena niatnya istirahat di tempat peristirahatan, di villa," ungkap Hanif.

Lantaran itulah pihaknya terkejut dengan insiden kejar-kejaran yang kemudian berujung pada kematian enam anggota Laskar FPI.

Infografis 4 TKP Bentrok Polisi vs Laskar FPI. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

"Kita kaget juga malam itu ada insiden kejar-kejaran bahkan berakhir ada nyawa melayang dari anak-anak laskar yang berusaha menghambat laju, mereka cuma berusaha menghambat lajunya mobil yang ngikutin ini yang kita enggak tahu mobil siapa yang ngikutin ini," tandas Hanif.

Terkait insiden itu sendiri, polisi sudah melakukan olah TKP dan menyimpulkan bahwa kejadian bermula dari tembakan pihak Laskar yang kemudian dibalas pihak polisi. Empat anggota laskar sempat ditangkap. Lantaran mencoba merebut senjata petugas saat di dalam mobil, mereka ditembak mati.

Pihak Komnas HAM masih melakukan investigasi terpisah untuk meneliti kebenaran klaim polisi itu.

(sumber: CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
komentar
beritaTerbaru