Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Kasus Covid Tak Terkendali, Hari Ini Nambah 11.287 Orang

Harijal - Minggu, 17 Januari 2021 18:37 WIB
Kasus Covid Tak Terkendali, Hari Ini Nambah 11.287 Orang
(AP/Lucas Dumphreys)
Foto: Kasus positif corona telah menewaskan lebih dari 180 ribu jiwa di Brasil pada Jumat (11/12), waktu setempat.

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia belum kunjung mereda, dan masih terus menunjukkan peningkatan. Kementerian Kesehatan mencatat hingga Minggu (17/01/2021) pukul 12.00 WIB ada 11.287 pasien yang terpapar virus ini. Sehingga kasus Covid-19 yang tercatat mencapai 907.029 orang.

Sementara itu ada tambahan 9.102 pasien yang sembuh, dan totalnya 736.460 orang. Kemudian kasus meninggal sebanyak 220 sehingga tercatat ada 25.987 orang yang meninggal dunia akibat virus ini.

Penambahan kasus baru juga semakin meningkatkan jumlah kasus aktif atau pasien yang membutuhkan perawatan baik di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri, di tengah kekhawatiran penuhnya rumah sakit. Saat ini jumlah kasus aktif di Indonesia mencapai 145.482 orang.

Baca Juga:

Mirisnya lagi, kasus baru tersebut ditemukan dari 34.370 orang yang menjalani pemeriksaan tes Covid-19 pada hari ini, dengan 46.138 spesimen. Dengan jumlah tersebut dari sekitar 3 tes Covid-19 yang dilakukan, ditemukan 1 kasus positif. Positivity rate secara nasional pun saat ini berada di kisaran 16,3%.

Sebagai informasi, penyakit mematikan ini telah menyebar ke 510 kabupaten/kota di 34 provinsi. Pemerintah masih memantau 73.243 orang berstatus suspek Covid-19.

Baca Juga:

Meski saat ini pemerintah tengah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai herd immunity, vaksinasi tidak dapat menjadi satu-satunya penyelesaian pandemi ini.

Masyarakat tetap harus melakukan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) yang diperkuat oleh 3T dari pemerintah (testing, tracing, treatment).

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health di Griffith University di Australia dr Dicky Budiman mengingatkan vaksin bukanlah penyelesaian utama dari pandemi ini, karena kedudukannya tetap tidak menggantikan 3T dan tidak akan efektif tanpa protokol kesehatan.

Selain itu, meski ada vaksin masih ada potensi penularan dari orang yang terkena dan belum ada vaksin yang mampu mencegahnya.

"Vaksin bukan ujung tombak pandemi tapi vaksin adala strategi pendukung dalam pengendalian pandemi," katanya.

(sumber: CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
komentar
beritaTerbaru