Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
JAKARTA - Kembali dilaporkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona di Indonesia.
Pada hari ini, Kamis (17/6/2021) terdapat 12.624 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Total akumulatifnya menjadi 1.950.276 orang hingga saat ini di Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19.
Baca Juga:
Untuk kasus sembuh pada hari ini bertambah 7.350 orang. Total akumulatif sampai kini ada 1.771.220 pasien sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 di Indonesia.
Sementara itu, diiringi pula penambahan kasus meninggal dunia 277 orang pada hari ini. Jadi, total akumulatifnya 53.753 orang meninggal dunia di Indonesia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.
Baca Juga:
Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Rabu 16 Juni 2021, pukul 14.00 WIB hingga hari ini pada jam yang sama.
Penilaian Pakar
Ilustrasi COVID-19. Foto: (Ade Nasihudin/Liputan6.com).
Pemerintah disebut salah kaprah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 selama ini. Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Ede Surya Darmawan mengatakan, penanganan pandemi dengan mengedepankan ekonomi, membuat Indonesia sulit lepas dari kungkungan pandemi itu sendiri.
"Itu menurut saya kalimat yang sangat salah, coba lihat presentasi BI. BI mengutip, slide pertamanya itu mengutip kesuksesan China dalam menumbuhkan ekonomi. Nah dalam ekonomi itu syarat pertamanya apa? Karena China mampu menangani kasus Covid," kata Ede saat dihubungi Liputan6.com, Rabu, 16 Juni 2021.
Ede menerangkan, faktor utama bangkitnya ekonomi China pasca diterpa pandemi adalah berkat keberhasilan negara Tirai Bambu itu menumpas Covid-19.
Sementara, kata dia, Indonesia seakan selalu beralasan ekonomi untuk menghentikan pandemi Covid-19 secara tuntas.
Untuk itu, menurut Ede mestinya cara yang sama dilakukan oleh Indonesia jika ingin ekonomi nasional lekas membaik.
"Jangan oh menangani Covid nanti ekonomi parah, pertanyaannya simpel 'memangnya ekonomi bisa jalan sendiri?' Gak bisa, ekonomi itu jalan oleh para pelaku ekonomi," kata Ede.
Ede menjelaskan, ekonomi bisa pulih jika pemerintah sanggup menyelesaikan pandemi di Tanah Air. Pasalnya subjek dari ekonomi ialah rakyat, maka jika rakyat masih terganjal Covid-19, ekonomi dalam negeri bakal terus tersendat.
"Ekonomi kan barang itu bisa jalan kalau subjeknya bisa menggerakkannya. (Sementara) pelaku ekonominya terancam Covid ya enggak bisa," tandas Ede.
(Liputan6.com)
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri
kabarmelayu.com,YOGYAKARTA Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), me
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SUMUT Ratusan anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur didampingi Tim Pengacara, LSM Penjara Rohul, dan Ketua Adat men
Peristiwa
kabarmelayu.com, PEKANBARU Upaya menjaga kesehatan masyarakat terus dilakukan di tengah kondisi udara Kota Pekanbaru yang terdampak kabut
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata dalam mewujudkan Zero Stunt
Sosial
kabarmelayu.com,TEMBILAHAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membakar lahan gambu
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan peninjauan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di K
Hukrim