Minggu, 02 Agustus 2026 WIB

Oknum Bermain di Disdik Riau, Gubernur Diminta Tegas

Harijal - Jumat, 09 September 2022 22:39 WIB
Oknum Bermain di Disdik Riau, Gubernur Diminta Tegas
Ist
Aksi massa LLMB di DInas Pendidikan Riau.

PEKANBARU - Aksi Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau terkait karut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK tahun 2022 patut diapresiasi. LLMB diharapkan bisa membuka dugaan kecurangan-kecurangan yang selama ini merebak.

Ketua Masyarakat Riau Peduli Bangsa, Indra Pahlawan, SE kepada jejakriau.co menyampaikan, senada dengan orasi LLMB, dia melihat banyak anak yang telah dizolimi oleh oknum-oknum di Dinas Pendidikan Riau, termasuk oleh Aristo, Kabid SMA yang juga Ketua Panitia PPDB Online di Provinsi Riau. 

Indra menilai dua kepala sekolah yang pada PPDB lalu memang benar-benar menjadi sorotan, yakni Kepala SMAN 1 Pekanbaru Wan Rosita dan Kepala SMAN 5 Elmi Gurita sudah layak untuk dievaluasi.

Baca Juga:

"Demo ini akibat keculasan oknum-oknum di Disdik Riau yang bermain. Polanya juga masih seperti tahun-tahun sebelumnya, bermain di zonasi yang diberikan kepada calon peserta didik yang tak layak, sedangkan yang layak justru disingkirkan," ujar Indra.

Gubernur Riau sendiri sudah mewanti-wanti jika sekolah harus melaksanakan PPDB sesuai aturan. SYamsuar juga sempat mengancam pihak-pihak yang curang dilaporkan ke pihak berwajib.

Baca Juga:

"Tetapi ancaman Gubernur Riau ini dianggap angin lalu saja oleh panitia yang dikomandoi oleh Kabid SMA, Aristo dan para Kepsek SMA/SMKN yang ada di Kota Pekanbaru. Gubernur seperti tak ada marwah, perintahnya diabaikan," papar Indra lagi.

Untuk itu, Indra meminta Gubernur Riau benar-benar memperhatikan persoalan ini. Penzoliman hak mendapatkan pendidikan yang dilakukan oknum-oknum di Disdik Riau harus dibongkar.

Masih soal PPDB Online, Indra juga menyinggung aksi salah seorang anggota DPRD Riau yang beberapa waktu lalu heboh melakukan sidak ke SMA/SMK yang ada di Pekanbaru. Sidak itu dianggap Indra hanya sandiwara. "Kita kena prank anggota DPRD Riau," tambahnya.

Sebagaimana yang diberitakan, saat sidak itu, sang anggota DPRD mendengar pengakuan dari kepala sekolah bahwa ada titipan dinas di semua sekolah SMA/SMKN sekota Pekanbaru setelah PPDB 2022 ditutup.

Sudah selayaknya Gubernur Riau untuk mengevaluasi penuh jajaran Dinas Pendidikan Riau dan kepala sekolah yang tidak beres ini. Peran penting dunia pendidikan Riau ada di tangan mereka, jangan sampai lagi anak-anak di PPDB tahun mendatang menjadi korban kezoliman oknum-oknum di Disdik Riau ini.

"Kita menagih Janji Pak Syamsuar saat PPDB lalu. Tak sampai hanya dievaluasi, tetapi tegas, ada sanksi administratif juga pidana, harus ada efek jera," tegas Indra mengakhiri.(Andi)

SHARE:
beritaTerkait
Kepengurusan KONI Kota Pekanbaru Resmi Dilantik, Tancap Gas PORKOT
DPC PDIP Rohil Gelar Turnamen Mini Soccer Piala Muhar Riza
Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit
Stop Kriminalisasi, KNARA Tuntut Kasus Mantan Kades Sungai Raya Diselesaikan dengan Jalur Reforma Agraria
Penataan Tepian Sungai Sail, Pemko Gandeng Kemenko
Parade Musik dan Bazar UMKM  Sempena HUT Bengkalis Ke-514, Wabup: Wadah Kreativitas dan Penggerak Ekonomi
komentar
beritaTerbaru