Tiga Warisan Bersejarah Siak Diuji di Tingkat Nasional
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tiga objek cagar budaya dari Kabupaten Siak masuk dalam Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasiona
Budaya
PEKANBARU - Rumah sakit umum Arifin Achmad (RSUD AA) "menolak" pasien ortopedi jalur BPJS dengan alasan ketiadaan alat yang diperlukan untuk pengobatan.
Setelah enam bulan menunggu, Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad (RSUD AA) "menolak" pasien ortopedi jalur BPJS dengan alasan ketiadaan alat yang diperlukan untuk pengobatan. Keluarga pasien justru diminta menerima rujukan ke RSM Djamil Padang. Diduga alasannya alat yang diperlukan harganya mahal.
Kepada awak media, keluarga pasien Nurazizah (20) mengatakan kalau saat mereka berobat ke RSUD AA, mereka sudah mengatakan bersedia menunggu alat yang dibutuhkan sampai tersedia.
Baca Juga:
"Kami sudah mengatakan bersedia menunggu sampai alat tersedia, tapi dokternya memaksakan dirujuk sampai kami bersedia, karna alasan dokternya saya membuat keributan di rumah sakit, padahal saya tidak ada membuat keributan, mungkin karna saya mengadu permasalahannya ke pengaduan masyarakat, sampai 3 kali, bahkan pada tanggal 24 Mei 2023, saya ke pengadaan alat untuk menanyakan apakah alat untuk operasi adek kami sudah tersedia, tapi pak Ilham sudah tidak mau dikonfirmasi masalah ini karena katanya dokter Ikhsan sudah merencanakan adek saya bakalan di rujuk ke rumah sakit lain," ungkap Iqbal, kakak pasien Nurazizah.
Iqbal dengan penuh kesedihan menceritakan kalau sebenarnya mereka sudah menunggu begitu lama dan kemudian justru "ditolak" begitu saja.
Baca Juga:
Menurut Iqbal pula, dari apa yang mereka dapatkan informasi di RSUD AA, alat itu cukup mahal harganya, sehingga terjadi hal apa yang dialami adiknya.
"Memang kata-katanya Tidak menolak pasien kak, tapi alatnya tidak bisa diadakan karena mahal ucapan dari poli, pengadaan, dan pengaduan masyarakat," tutur Iqbal lagi.
Sementara itu Direktur Utama RSUD AA drg Wan Fajriatul Mamnunah Sp KG, menjawab kondisi itu menjelaskan kalau pihaknya tidak ada menolak pasien.
Dijelaskan Dirut yang juga anak mantan Wakil Gubernur Riau ini, kondisi pasien Nurazizah yang ditangani dr M ikhsan Sp OT itu memerlukan alat khusus. Dan RSUD AA ada keterbatasan alat.
"Tanggal 14 Desember 2022 pasien berobat ke poli orthopedi dan direncanakan untuk operasi," katanya.
"Operasi dijadwalkan tanggal 21 Februari 2023. Pada saat itu alat untuk revisi panggul kosong, pasien dan keluarga sudah diedukasi. Dan menyatakan bersedia untuk menunggu dengan berobat atau kontrol rutin setiap 2 minggu untuk penambahan obat. Tanggal 17 Mei 2023 pasien berobat kembali ke poli orthopedi dan alat belum ada, sudah dikonfirmasi kebagian Farmasi (Ilham). Hari Rabu, Tanggal 31 Mei 2023 pasien berobat kembali ke Poli orthopedi, karena alat belum ada dr M Ikhsan menyarankan untuk dirujuk," ungkap Dirut RSUD AA drg Wan Azizah.
Ditambahkan Dirut RSUD AA, "Keluarga menyampaikan bersedia untuk dirujuk, dan sudah dibuat surat rujukan ke RSUP M Djamil Padang," ungkapnya.
Menanggapi keluhan keluarga pasien drg Wan Fajratul menyebut kalau mereka tidak ada menolak pasien.
"RSUD AA tidak pernah menolak pasien BPJS, yang tidak punya jaminan kesehatan karena kondisi ekonomi kami layani dgn baik," ujarnya melalui saluran whats app.(rls/ilen)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tiga objek cagar budaya dari Kabupaten Siak masuk dalam Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasiona
Budaya
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga mencapai Rp1800 per kilogram, ternyata dipe
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menerima kunjungan silaturahmi jajaran manajemen PT Pulau Sambu
Sosial
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mengumumkan penyelenggaraan PWI Fest 2026 yang akan digelar pada 4 5 De
Sosial
Dua siswa UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar sukses menorehkan pres
Pendidikan
Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional
Hukrim
Bhabinkamtibmas Polsek Kandis dan Petani Bersama Merawat Kesuburan Tanaman Jagung
Lingkungan
Kapolda Riau Berikan Penghargaan kepada 133 Personel dan Mitra, Tekankan Polisi Harus Peduli, Peka, dan Humanis
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk segera men
Parlemen