Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Uang Tim Bulutangkis Indonesia Rp 950 juta Raib Disikat Sindikat di Paris

Redaksi - Selasa, 06 Agustus 2024 07:40 WIB
Uang Tim Bulutangkis Indonesia Rp 950 juta Raib Disikat Sindikat di Paris
Ilusrasi.(Foto: Ist)
JAKARTA - Musibah dialami Tim Bulutangkis Indonesia yang kehilangan uang mencapai Rp950 juta rupiah saat di Olimpiade Paris 2024. Diduga pencurian ini dilakukan sindikat dengan modus ban kempis.

Total uang yang dicuri mencapai 53 ribu euro atau mencapai sekitar Rp950 juta rupiah serta dompet dan kartu kredit.

Musibah ini dialami Armand Darmadji, Manajer Tim Bulutangkis Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024. Armand menjelaskan, musibah ini terjadi pada Senin, 5 Agustus 2024 pukul 17.30 waktu setempat.

Baca Juga:

Ini merupakan uang gabungan beberapa orang tim bulutangkis yang berjumlah 53 orang baik atlet sampai offisial.

"Ini uang gabungan beberapa orang, kita lagi rekap karena besok tim akan pulang. Rencananya kami jam 19.00 akan bertemu tim, namun dalam perjalanan sudah hilang diambil sindikat pencurian," jelas Armand.

Baca Juga:

Berawal dari mobil ban belakang kempis yang dikabari oleh rekannya Shendy, kemudian di cek oleh Armand ke belakang mobil. Karena ban kempes, Armand menghubungi rental mobil untuk diganti.

Rental menanyakan lokasi alamat kejadian. Karena di belakang mobil ada polisi, maka Armand meminta polisi untuk menjelaskan lokasi alamat ban kempes.

"Pas saya kembali, ternyata tas sudah hilang. Isinya paspor, dompet, kartu kredit dan uang PBSI. Saya sudah lapor polisi," jelas Armand.


Republika

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Diduga Curi Buah Sawit di Kebun PT. APN, Humas Laporkan ke Polsek Keritang
Bobol Kotak Amal, Pasutri di Bengkalis Ditangkap Warga
Rumah Kontrakan Dibobol, Motor dan Tas Mahasiswi Raib
Potret Buruk Penegakan Hukum di Indonesia, Mobil Mantan Polisi Dicuri Oknum Polisi di Kantor Polisi, Didiamkan Polisi
Pelaku Curanmor Diringkus Warga Pandau
Melawan Saat Ditangkap, Residivis Otak Pelaku Pemboboan Brankas di Sukajadi Didor!
komentar
beritaTerbaru