Selasa, 03 November 2026 WIB

Jenazah Korban Serangan Israel di Kompleks RS Indonesia Gaza Dimakan Anjing

Redaksi - Senin, 19 Mei 2025 20:26 WIB
Jenazah Korban Serangan Israel di Kompleks RS Indonesia Gaza Dimakan Anjing
Tangkapan layar video yang menunjukkan seekor anjing memakan jenazah korban serangan Israel.(Foto: ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Pemandangan memilukan terjadi di Kompleks Rumah Sakit Indonesia (RSI), Beit Lahiya, Gaza Utara. Jenazah korban serangan bom pesawat tak berawak pada Ahad (18/5/2025) pagi waktu setempat oleh pasukan pendudukan Israel, dimakan anjing.

Dalam video tersebut, jenazah sudah terbelah dan didekati anjing hingga kemudian anjing tersebut pergi setelah diusir melalui teriakan suara.

Dikutip dari akun resmi MER-C Indonesia, dijelaskan kronologis syahidnya warga tersebut. Korban menjadi sasaran ketika mencoba menyeberang ke bagian barat rumah sakit.

Baca Juga:

Korban dilaporkan gugur seketika. Namun, jenazahnya dibiarkan tergeletak di lokasi kejadian selama beberapa jam.

"Tidak ada warga atau staf medis yang berani keluar dari gedung rumah sakit untuk mengevakuasi korban, karena situasi yang sangat berisiko," demikain bunyi persenyataan resmi MER-C, demikian dikutip dari Republika.co.id, Senin (19/5/2025).

Baca Juga:

Setelah mendapat izin dari tentara pendudukan, relawan MER-C dan staf medis Rumah Sakit Indonesia baru bisa mengevakuasi jenazah.

Setelah dibawa ke dalam kompleks rumah sakit, korban dishalatkan oleh Direktur Rumah Sakit Indonesia, Marwan Al Sultan, bertindak sebagai imam. Jenazah kemudian dimakamkan di salah satu area kompleks rumah sakit.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BKSAP DPR RI Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
3 Tahun Tragedi Gaza, Ribuan Masaa Hadiri Aksi Solidaritas Palestina di Pekanbaru
Pemerintah RI Resmi Larang Konser Artis Pro-Zionis
BKSAP DPR RI Siap Berkolaborasi dengan Menlu Baru
Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
komentar
beritaTerbaru