Senin, 15 Juni 2026 WIB

Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Terancam Longsor

Redaksi - Senin, 23 Juni 2025 22:13 WIB
Jalan Lintas Rengat-Tembilahan Terancam Longsor
Kondisi Jalan lintas Rengat-Tembilahan dalam kondisi kritis dan terancam longsor. (Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU – Jalan lintas yang menghubungkan Rengat dan Tembilahan, tepatnya di wilayah Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, saat ini dalam kondisi kritis dan terancam longsor.

Bahu jalan sepanjang 40 meter yang berdekatan langsung dengan aliran Sungai Indragiri dilaporkan mengalami keretakan serius, memicu kekhawatiran akan dampak yang lebih luas terhadap akses transportasi vital tersebut.

Untuk mengantisipasi keretakan yang semakin parah dan mencegah bahu serta badan jalan amblas ke sungai, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah IV telah mengambil langkah cepat. Penanganan darurat segera dilakukan demi memastikan keamanan pengguna jalan dan menjaga konektivitas antarwilayah.

Baca Juga:

"Langkah penanganan segera kita lakukan. Upaya ini untuk mencegah agar keretakan tidak semakin parah yang berakibat bahu dan badan jalan longsor ke sungai," kata Kepala UPTJJ Wilayah IV Dinas PUPRPKPP Riau, Ludfi Hardi, Senin (23/6/2025).

Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons ancaman bencana alam yang berpotensi melumpuhkan jalur distribusi utama di wilayah tersebut.

Baca Juga:

Ludfi memaparkan bahwa saat ini material awal berupa spun pile atau tiang pancang sudah tiba di lokasi. Sementara itu, sheet pile atau material konstruksi utama, termasuk geobag yang berfungsi memperkuat struktur jalan, diperkirakan akan tiba di lokasi pada Selasa pagi (24/6/2025). Kedatangan material ini menjadi sinyal dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.

Kedatangan material ini menjadi sinyal dimulainya pekerjaan fisik di lapangan. Proses perbaikan akan diawali dengan pemasangan tiang pancang di bagian luar bahu jalan, diikuti dengan pemasangan sheet pile dan geobag.

Material-material ini dirancang untuk memperkuat struktur tanah dan berfungsi sebagai penahan tambahan bagi bahu jalan yang rawan longsor. Diharapkan, dengan struktur yang lebih kokoh, ancaman abrasi sungai dapat diminimalisir.

Selama masa pengerjaan, Ludfi memastikan bahwa aktivitas lalu lintas di jalan lintas Rengat-Tembilahan tidak akan terganggu. Ia menegaskan tidak ada penutupan jalan karena seluruh proses pemasangan tiang pancang dan material lainnya akan dilakukan menggunakan ponton dari arah sungai. Metode ini dipilih untuk meminimalisir dampak terhadap kelancaran arus kendaraan.

"Kita upayakan secepatnya termasuk masa pengerjaan. Nanti untuk pemasangan spun pile dan sheet pile menggunakan ponton sungai," tambah Ludfi, menegaskan efisiensi dan kecepatan penanganan yang menjadi prioritas. Pemanfaatan jalur air diharapkan dapat mempercepat proses konstruksi tanpa mengganggu kenyamanan pengguna jalan darat.

Penyebab utama keretakan bahu jalan ini diidentifikasi akibat abrasi sungai. Kondisi Sungai Indragiri yang sedikit melengkung di titik tersebut menyebabkan tendangan arus air secara terus-menerus mengarah langsung ke bahu jalan, memicu erosi dan melemahkan struktur tanah di sekitarnya. Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah abrasi di ruas jalan krusial tersebut.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Program SNT, Pusat Setujui Pembangunan Unit Sekolah Baru di Kulim
SF Hariyanto Ingin Pembangunan Fisik di Sekolah Dilaksanakan OPD Teknis
PT KTU Tunjukkan Komitmen Sosial Lewat Perbaikan Jalan Warga
Pemerataan Infrastruktur, Semenisasi Jalan Lingkungan Pekanbaru Tahun Ini Ditargetkan Lebih dari 20 Kilometer
Sinergi Bangun Desa: PT Conch dan Pemdes Tualang Teken MoU Pembangunan Jalan Kampung
Agung Nugroho: Perbaikan Jalan Tahun Ini Harus Lampaui 42 Km
komentar
beritaTerbaru