Jumat, 06 November 2026 WIB

Anak-anak Gaza Dirudal Saat Ambil Air, Israel Sebut Salah Sasaran

Redaksi - Senin, 14 Juli 2025 06:37 WIB
Anak-anak Gaza Dirudal Saat Ambil Air, Israel Sebut Salah Sasaran
Foto: REUTERS/Mohammed Salem
JAKARTA - Serangan rudal Israel kembali menelan korban sipil di Gaza. Setidaknya delapan warga Palestina, mayoritas anak-anak, tewas saat mengambil air di kamp pengungsi Nuseirat, Minggu (13/7/2025). Militer Israel mengklaim serangan itu meleset dari target akibat malfungsi sistem.

"IDF menyesalkan kerugian warga sipil yang tidak terlibat," tulis pernyataan militer Israel, seperti dikutip Reuters pada Senin (14/7/2025).

IDF kemudian menyebut rudal tersebut seharusnya diarahkan ke seorang militan Jihad Islam, namun jatuh puluhan meter dari sasaran.

Baca Juga:

Menurut dr. Ahmed Abu Saifan dari RS Al-Awda, enam anak tewas dan 17 lainnya luka-luka dalam serangan yang menghantam titik distribusi air di tengah krisis air bersih yang makin parah di Gaza.

Beberapa jam setelah insiden itu, 12 warga lainnya tewas dalam serangan di sebuah pasar di Kota Gaza, termasuk dokter senior Ahmad Qandil. Militer Israel belum memberikan pernyataan atas serangan tersebut.

Baca Juga:

Sementara itu, perundingan gencatan senjata 60 hari yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dan berlangsung di Doha dilaporkan mengalami kebuntuan. Sumber diplomatik Palestina menyebut usulan Israel yang mempertahankan kontrol atas 40% wilayah Gaza, termasuk seluruh Rafah, ditolak mentah-mentah oleh Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pembebasan semua sandera, penghancuran Hamas, dan jaminan keamanan jangka panjang tetap menjadi syarat mutlak bagi Israel.

Pemerintah Israel juga tengah membahas rencana kontroversial untuk memindahkan ratusan ribu warga Gaza ke Rafah, yang disebut Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebagai "kota kemanusiaan". Namun, banyak pihak menilai rencana ini sebagai bentuk pemindahan paksa yang melanggar hukum internasional.

Kementerian Kesehatan Gaza saat ini mencatat lebih dari 58.000 korban jiwa sejak perang Israel-Hamas meletus pada Oktober 2023. Lebih dari separuh korban dilaporkan merupakan perempuan dan anak-anak.(sumber)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Meresahkan Masyarakat, Satpol-PP Bengkalis Tertibkan 12 Anak Punk
Perempuan di Rohul Tega Bunuh Bayi Baru Lahir, Lalu Dimasukan Ke dalam Tas
Indonesia-Malaysia Bahas Penguatan Regulasi Pelindungan Anak di Ruang Digital
Pemerintah RI Resmi Larang Konser Artis Pro-Zionis
Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB
Puncak HAN 2026, Bupati Herman Kukuhkan Forum Anak Inhil Periode 2026–2028
komentar
beritaTerbaru