Kontribusi 14,45 persen Produksi Nasional, Pemprov Dorong Hilirisasi Kelapa di Riau
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat pesisir yang bekerja di sektor perkebuna
Ekbis
Para korban saat ini dalam kondisi stabil dan akan menjalani pemantauan ketat hingga 21 hari ke depan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Pekanbaru, Edi Satriawan, menjelaskan bahwa para korban kini menjalani rawat jalan dan dijadwalkan kembali untuk pemeriksaan lanjutan pada 28 Agustus 2025.
Baca Juga:
"Semua korban telah menerima suntikan vaksin rabies dan akan terus dipantau kesehatannya," ujar Edi Sabtu (23/8/2025).
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada korban yang terinfeksi virus mematikan tersebut.
Baca Juga:
Hingga saat ini, status infeksi rabies pada para korban belum bisa dipastikan. Pasalnya, Dinkes masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel anjing yang diduga sebagai sumber penularan.
Sampel kepala anjing tersebut telah dikirim ke UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan (LVKH) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau.
"Kami sedang menunggu hasil pemeriksaan. Sampel dari anjing yang telah dilumpuhkan warga telah dikirim untuk diuji," terang Edi.
Dinkes menduga anjing yang telah dilumpuhkan oleh warga merupakan anjing yang bertanggung jawab atas gigitan tersebut. Namun, pencarian terhadap dua ekor anjing liar lain yang juga diduga terkait masih terus dilakukan.
Edi menambahkan bahwa jika anjing tersebut masih hidup, pemeriksaan fisik akan lebih mudah dilakukan, namun karena sudah dilumpuhkan, pengujian sampel darah menjadi cara satu-satunya untuk memastikan ada tidaknya virus rabies.
Edi optimistis jumlah korban tidak akan bertambah. Namun, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci utama.
"Karena anjing yang diduga rabies sudah dilumpuhkan, kami perkirakan jumlah korban tidak akan bertambah. Tapi, kami tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati," katanya.
Menanggapi kasus ini, Dinkes Pekanbaru berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk mengambil langkah antisipasi. Edi mengungkapkan rencana jangka panjang untuk membentuk posko rabies di setiap kelurahan.
Posko ini diharapkan dapat memberikan penanganan cepat dan responsif terhadap kasus serupa di masa mendatang. Selain pembentukan posko, Dinkes juga mengusulkan razia anjing liar dan program vaksinasi rutin bagi hewan peliharaan.
"Ke depannya, kami berharap ada posko rabies di setiap kelurahan. Selain itu, razia anjing liar dan vaksinasi untuk hewan peliharaan seperti anjing dan kucing perlu digalakkan," papar Edi.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat pesisir yang bekerja di sektor perkebuna
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, kembali dipercaya memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Riau untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau bersama Polres jajaran mengungkap 22 kasus penyalahgunaan serta pe
Hukrim
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru yang telah d
Pemerintahan
AKP Noki Loviko Bikin Pengedar Narkoba KetarKetir, Empat Orang Diringkus
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Usai menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 20262027 pada Kamis, 22 Okto
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pengerjaan Simpang MTQ, Kota Pekanbaru. Mereka bukan cuma menyi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, mengonfirmasi temuan jejak Harimau Sumatra (Pant
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya memastikan masyarakat mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai
Pemerintahan