Selasa, 09 Desember 2025 WIB

Pencarian Rampung, Total Korban Robohnya Mushala Pesantren Al Khoziny 171 Orang, 67 Meninggal Dunia

Redaksi - Selasa, 07 Oktober 2025 20:45 WIB
Pencarian Rampung, Total Korban Robohnya Mushala Pesantren Al Khoziny 171 Orang, 67 Meninggal Dunia
Evakuasi korban robohnya Mushala Pesantren Al Khoziny.(Foto: Antara)
JAKARTA - Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) menyatakan, jumlah total korban ambruknya bangunan mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur mencapai 171 orang. Dari total 171 korban sebanyak 104 orang dinyatakan selamat, sedangkan 67 lainnya dilaporkan meninggal dunia.

"Tim penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi 171 korban, dengan korban selamat 104 orang, sementara 67 korban dinyatakan meninggal dunia dengan delapan di antaranya merupakan bagian tubuh korban yang tidak lengkap," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Sidoarjo, Selasa (7/10/2025).

Syafii menyebutkan dengan ditemukannya seluruh korban dari lokasi reruntuhan maka seluruh rangkaian misi pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai. Seluruh korban meninggal saat ini telah diserahkan kepada tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk proses identifikasi para korban.

Baca Juga:

Ia memastikan proses identifikasi korban dan juga seluruh proses lain termasuk investigasi penyebab bencana tersebut akan tetap berlanjut dan bukan merupakan kewenangan dari Basarnas. Syafii berharap Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dapat segera pulih dari bencana tersebut sehingga proses belajar mengajar dapat segera kembali seperti sedia kala.

Sementara untuk proses rehabilitasi Ponpes Al Khoziny, pemerintah provinsi setempat akan memberikan supervisi yang ketat dalam proses pelaksanaan demi memastikan kegiatan di ponpes tersebut berjalan dengan aman dan terhindar dari musibah serupa.

Baca Juga:

Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny selaku perwakilan dari Ponpes Al Khoziny Sidoarjo KH Zainal Abidin menyatakan kegiatan belajar mengajar ke depannya akan menjadi perhatian khusus pengasuh dan pengurus ponpes.

"Sudah pasti akan dimusyawarahkan oleh pengasuh dan para pengurus ponpes untuk mekanisme program belajar mengajar selanjutnya di ponpes ini," kata Zainal.

Ia mengaku tidak dapat memberikan keterangan lebih banyak terkait proses investigasi bencana. Ia meminta seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab bencana tersebut.

Republika

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Paramadina, Kemendagri dan KAS Taja Diskusi Strategis Prinsip Ekonomi Pasar Pancasila
Nelayan yang  Dihantam Gelombang Perairan Meranti Ditemukan Meninggal Dunia
Sekda Inhil Tantawi Jauhari Buka Kegiatan Pengembangan Kapasitas Anggota TRC BPBD 2025
Pergi Memanen, 5 Hari Tak Pulang, Petani Sawit di Pinggir Ditemukan Tak Bernyawa
Pekanbaru, Dumai, dan Siak Laporkan Banjir, BPBD Riau Imbau Siaga Darurat
Mesin Kapal Bawa 90 Santri Mati di Tengah Laut Tanjung Samak Meranti
komentar
beritaTerbaru