Selasa, 09 Desember 2025 WIB

Nelayan yang Dihantam Gelombang Perairan Meranti Ditemukan Meninggal Dunia

Redaksi - Selasa, 28 Oktober 2025 11:47 WIB
Nelayan yang  Dihantam Gelombang Perairan Meranti Ditemukan Meninggal Dunia
Jenazah korban saat ditemukan dan berhasil dievakuasi.(Foto: Ist)
MERANTI - Setelah empat hari dilakukan pencarian, seorang nelayan bernama Parno (55) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (27/10/2025) sore. Parno hilang tenggelam setelah kapal yang ditumpanginya diterjang gelombang di perairan Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, membenarkan penemuan tersebut. "Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,7 mil laut dari lokasi awal kejadian," ujarnya, Senin (27/10/2025).

Menurut Prima, korban ditemukan sekitar pukul 17.06 WIB di titik koordinat 1°12'28"N – 102°56'30"E setelah dilakukan pencarian intensif selama empat hari. "Korban kemudian dievakuasi ke Desa Telesung dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tambahnya.

Baca Juga:

Sebagaimana diberitakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (24/10/2025) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya, Atat, sedang memperbaiki gumbang (alat tangkap ikan) di perairan Desa Telesung, sekitar 3 mil dari pantai. Cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan air laut masuk ke kapal.

Saksi sempat mendengar teriakan minta tolong dari korban sebanyak dua kali, namun karena gelap dan ombak besar, ia tidak dapat melihat keberadaan korban. Upaya pencarian yang dilakukan saksi tak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan kepada pemilik gumbang dan diteruskan ke pihak berwenang.

Baca Juga:

Tim SAR gabungan yang dikerahkan Basarnas kemudian melakukan pencarian menggunakan RIB 03 serta alat pendeteksi bawah air Aqua Eye. Pencarian dilakukan di sekitar titik koordinat kejadian dengan pola penyisiran creeping line search dan melibatkan berbagai unsur SAR serta masyarakat setempat.

Setelah korban ditemukan, Prima menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. "Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan semua unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu hingga korban berhasil ditemukan," tutupnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pergi Memanen, 5 Hari Tak Pulang, Petani Sawit di Pinggir Ditemukan Tak Bernyawa
Pencarian Rampung, Total Korban Robohnya Mushala Pesantren Al Khoziny 171 Orang, 67 Meninggal Dunia
Jasad Wanita Asal Pekanbaru Ditemukan Mengapung di Danau Maninjau
Muatan Berlebih, Rakit Penyeberangan di Sungai Rokan Ujung Batu Tenggelam
Hilang di Hutan Lanud RSN, Siswi SMAN 4 Pekanbaru Ditemukan Hypotermia
Kakak dan Adik Tewas di Kolam Bekas Galian Bata Jalan Badak Ujung Tenayan Raya
komentar
beritaTerbaru