Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Lingkungan
Kepala Desa Lubuk Besar kini menjadi sorotan setelah diduga tidak hanya mengetahui praktik penguasaan lahan skala besar, tetapi juga memfasilitasi pihak luar daerah yang selama ini disebut masyarakat sebagai cukong.
Sorotan terhadap sang kades bermula dari pertemuan di Kantor Camat Kemuning (28/2/2026), yang dihadiri PT Agrinas Palma Nusantara bersama unsur Forkopimcam. Dalam forum itu, Kepala Desa Lubuk Besar secara lantang menyebut bahwa lahan sitaan Satgas PKH adalah milik masyarakat desa. Bahkan, ia menegaskan lebih baik lahan tersebut ditumbangkan dan dijadikan kebun jengkol ketimbang diambil negara.
Baca Juga:
Pernyataan kontroversial itu dinilai bertentangan dengan kebijakan pemerintah dalam menertibkan kawasan perkebunan sawit ilegal yang masuk pengawasan Satgas PKH.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Inhil, kepala desa kembali menggiring opini bahwa seluruh kebun sawit di wilayahnya adalah milik masyarakat kecil. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan adanya penguasaan lahan hingga ratusan hektare oleh pihak tertentu.
Baca Juga:
Ironisnya, sejumlah pengusaha yang hadir dalam forum bersama PT Agrinas secara terbuka mengakui kepemilikan lahan luas di Desa Lubuk Besar. Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Besar sendiri tidak hadir tanpa alasan jelas.
Usai RDP, kepala desa bahkan sempat menyebut bahwa lahan tersebut dijual oleh mantan kepala desa. Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik jual beli lahan kepada pihak luar daerah yang berlindung di balik nama masyarakat.
Manager Regional Head 3 PT Agrinas Palma Nusantara, Didi, mengaku heran dengan sikap sang kades.
"Saya tidak habis mengerti dengan sikap Kepala Desa Lubuk Besar yang tidak mendukung program pemerintah, bahkan melakukan manuver ke dewan daerah maupun pusat untuk menghalangi Agrinas seolah-olah membela rakyat kecil. Padahal sudah saya sampaikan dengan jelas bahwa Agrinas tidak mengusik lahan milik masyarakat. Yang akan ditertibkan adalah pengusaha atau oligarki yang menguasai lahan luas tanpa izin dan tanpa memberikan plasma kepada masyarakat setempat," ujarnya, Senin (18/5/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengusaha bernama Asiong serta Yanuar—mantan Kepala Desa Lubuk Besar—telah mengakui kepemilikan lahan di wilayah tersebut. Keduanya bahkan meminta skema plasma kepada PT Agrinas karena menolak lahannya dikelola pihak KSO.
Di sisi lain, Kepala Desa Lubuk Besar justru tidak menghadiri undangan resmi bersama Agrinas, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik pun mempertanyakan alasan kades enggan memperlihatkan legalitas perkebunan yang berada di wilayahnya.
Upaya awak media untuk melakukan konfirmasi juga menemui jalan buntu. Permintaan pertemuan resmi di kantor desa ditolak, bahkan pertemuan alternatif yang dijanjikan akhirnya dibatalkan dengan alasan adanya agenda susulan bersama DPRD Inhil.
Kapolres Pelalawan Pimpin Anev Penanggulangan Bencana Karhutla di Kerumutan
Lingkungan
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga KeluhkanbJalan Poros Dusun 4 Portal Kecamatan XIII Koto Kampar yang Rusak Parah
Peristiwa
Berjibaku Melawan Karhutla di Kerumutan, Tim Gabungan Bangun Embung, Penyekatan dan Water Bombing
Lingkungan
kabarmelayu.com,ROHIL Jajaran Pendiri, Pengurus, dan Pengawas Sah Koperasi Produsen Juang Makmur Bersama (JMB) melakukan klarifikasi dan
Peristiwa
Siak Zero Firespot, Bupati Afni Kerahkan Forkopimda hingga PKK Cegah Karhutla
Pemerintahan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Serahkan Reflector Jalan untuk Tingkatkan Keselamatan di Desa Senama Nenek
Article
kabarmelayu.com,INHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, S. Sos, M.Si menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal melaporkan langsung kondisi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provi
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Persoalan sosial dan tantangan keluarga menjadi perhatian dalam silaturahmi Ketua Presidium Badan Musyawarah Isl
Sosial
kabarmelayu.com,KAMPAR Kabut asap yang menyelimuti beberapa bagian wilayah Provinsi Riau, termasuk Pekanbaru dan kecamatan Siak Hulu, Kabu
Pendidikan