PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi Diduga Bermain, Skema Bagi Hasil Diubah Sepihak
kabarmelayu.com,INHIL Minimnya transparansi memicu dugaan permainan gelap dalam kemitraan Koperasi Produsen Sejahtera Bersama dengan PT Os
Peristiwa
Berdasarkan pernyataan beberapa anggota koperasi kepada awak media, dugaan kongkalikong diduga mengarah pada perubahan skema bagi hasil yang dinilai dilakukan secara sepihak dan merugikan anggota.
Skema perjanjian awal, PT Oscar Investama mendapat bagian 60%, pemilik lahan 35% dan pengurus koperasi menerima 5%.
Baca Juga:
Namun belakangan, perjanjian tersebut diubah sepihak tanpa persetujuan seluruh anggota dengan skema baru. Yakni operasional Perusahaan 60%, pemotongan pinjaman 25% sementara sisa 15% tidak serta-merta langsung disalurkan seluruhnya ke anggota koperasi, namun perusahaan juga ambil bagian sebanyak 65 % dari 15 % tersebut.
Jika luas area lahan perkebunan 1.600 hektar dengan perkiraan hasil panen mencapai 2 ribu ton setiap bulannya, maka pendapatan diperkirakan sekitar 5 miliar lebih.
Baca Juga:
Sementara dari pengakuan yang diterima anggota koperasi berjumlah 284 orang tersebut, perbulan kurang dari 200ribu/hektar.
"Dari pembagian yang sudah dipangkas habis-habisan itu, akhirnya hanya menerima di bawah dua ratus ribu rupiah per hektar dalam sebulan. sangat tragis dan tidak masuk akal," tegas H Said Adnan Ali, Jumat (21/8/2026) lalu
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi bukti terkait dugaan manipulasi kesepakatan ini. Perubahan aturan main yang mencekik ratusan pemilik lahan tersebut diduga permainan antara Ketua Koperasi Produsen Sejahtera Bersama dengan manajemen PT Oscar Investama.
Atas masalah itu, koperasi diminta transparan serta mengembalikan hak pemilik lahan sesuai dengan kesepakatan awal. Sembari itu, kata H. Said, pemilik lahan juga menyiapkan langkah hukum atas dugaan pelanggaran dan kesepakatan sepihak.
Hingga berita ini ditayangkan, Ketua Koperasi Produsen Sejahtera dan pihak PT Oscar Investama belum merespon upaya konfirmasi awak media. (Tim)
kabarmelayu.com,INHIL Minimnya transparansi memicu dugaan permainan gelap dalam kemitraan Koperasi Produsen Sejahtera Bersama dengan PT Os
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Terkait anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tidak cukup diselesaikan hanya dengan intervens
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Dr. Syahrul Aidi Maazat, meminta pemerintah segera melakukan int
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, S.E., M.T., menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijria
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mewaspadai sebaran asap yang bergerak dari wilayah sela
Lingkungan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Gelar Penyuluhan TOGA, PHBS dan Gizi Bersama PKK Desa Senama Nenek
Article
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hingga malam tadi, Sabtu (22/8/2026), pulau Sumatera terpantau terdapat 1589 titik panas (hotspot). Angka ini ja
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kegiatan LTII Kwartir Ranting Binawidya resmi dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru y
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melarang penerbangan drone di sekitar area pemadaman ke
Lingkungan