19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
"Saya ini masyarakat Rokan Hilir, pak, anak saya lima orang lahir di sini. Tapi kenapa diperlakukan tidak adil seperti ini. Saya sudah diberi izin sama pihak BSI untuk memakai area kantor mereka berdagang," ungkap Jumida.
Jumida mengatakan bahwa dagangannya tidak memakan badan jalan. Bahkan ironisnya, Satpol PP datang melakukan penertiban tanpa ada peringatan sebelumnya.
Baca Juga:
"Padahal bapak lihat sendiri, di sana (arah taman kota) dan sekitar sini juga banyak pedagang seperti saya. Tapi kenapa hanya saya saja yang diginikan," teriak Jumida (43) meluapkan emosinya di hadapan Satpol PP.
Sambil menahan tangis, Jumida masih terlihat tersenyum saat membagikan lebih kurang 3 ton buah semangka segar kepada warga yang melintas di depan lokasi ia berjualan.
Baca Juga:
Hal itu ia lakukan sebagai bentuk protes atas sikap Satpol PP yang dinilai tidak adil dan terkesan pilih kasih.
"Daripada buah buah ini diangkut Satpol PP, yang ada nanti pasti rusak. Saya lebih ikhlas jika masyarakat yang menikmatinya dengan kondisi tetap segar. Biar nanti Tuhan yang balas semuanya. Semoga buah buah ini bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Lebih baik seperti ini kak, dibandingkan mereka (Satpol PP) bawa," terangnya kepada awak media.
Tak hanya semangka, buah buah lain yang ia jual pun turut dibagikan kepada warga, seperti salak, manggis, Sunkis hingga buahan segar lainnya.
Jumida mengaku lebih baik merugi hampir 35 jutaan rupiah daripada merugi hanya karena Satpol PP yang menerapkan aturan yang menurutnya tidak pas.
"Sekarang di mana letak salah saya. Saya tidak pernah memakan badan jalan. Atas izin pihak bank, karena saya salah satu nasabah mereka, makanya saya diberikan akses untuk menggunakan area sekitar kantornya untuk berjualan," tuturnya lagi.
Meski begitu, Satpol PP tetap ngotot untuk membawa dagangannya. Diakui Jumida, mulai 2016 lalu dia berjualan buah, baru kali ini diperlakukan seperti ini.
Bupati sebelumnya tak pernah menyakiti kami para pedagang, tidak seperti kepemimpinan Bupati saat ini," tukasnya.
Kepada Bupati Rohil, Bistamam, ia meminta jangan lagi ada pedagang yang menjadi korban seperti dirinya.
"Kami hanya mencari makan di rumah kami sendiri. Tapi kami di gusur seperti ini. Kami sudah sepakat untuk pindah, tapi kemana. Tak ada tempat yang layak. Di sinipun kami tak mengganggu ketertiban sekitar. Kami ikuti aturan," tambahnya lagi.
Bahkan uang kebersihan dan sampah pun Jumida sudah membayar setiap bulan dan tak pernah berserakan.
"Lima anak saya bersekolah, dari dagangan inilah kami mencukupi semuanya," paparnya.
Lokasi Jumida berjualan tidak bersentuhan langsung dengan badan jalan, karena dipisah oleh selokan. Bahkan saat penertiban itu, pihak bank keluar untuk memberikan penjelasan kepada Satpol PP.
Pihak satpol PP sendiri seolah tak mau mendengar penjelasan pihak bank, bahwa lokasi yang digunakan oleh Jumida merupakan wilayah mereka dan mereka juga sudah memberi izin.(Yan)
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 251,4 g/mda
Pemerintahan
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua pesawat gagal mendarat akibat rendahnya Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Peka
Peristiwa
Sambut HUT ke27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2500an, pagi ini
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (UNRI) menggelar Seminar
Ekbis